Follow detikFinance
Selasa 03 Oct 2017, 19:22 WIB

Soal Penyaluran KPR Subsidi, BTN Akui Sudah Sesuai Aturan

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Soal Penyaluran KPR Subsidi, BTN Akui Sudah Sesuai Aturan Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Selain menggenjot pembiayaan perumahan dalam rangka Program Satu Juta Rumah, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk berkomitmen patuh menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Direktur Konsumer Bank BTN Handayani mengatakan pihaknya telah memfasilitasi beberapa persyaratan yang ditetapkan Kementerian PUPR terkait penyaluran KPR Subsidi.


Syarat-syarat tersebut di antaranya seperti kriteria penghasilan nasabah yang dibatasi untuk mengajukan KPR, surat pernyataan belum memiliki rumah, hingga surat pernyataan dari nasabah bahwa rumah subsidi tersebut akan ditempati.

Menurut Handayani, jika dari hasil pengawasan atas KPR Subsidi tersebut terdapat rumah yang tidak dihuni, maka Bank BTN akan melakukan beberapa hal.

Di antaranya, Bank BTN akan menyampaikan surat kepada debitur untuk segera menghuni rumah tersebut atau meminta alasan mengapa rumah subsidi tersebut tidak dihuni.

"Apabila terdapat data-data yang menjelaskan bahwa debitur tidak memenuhi kriteria untuk mendapatkan KPR Subsidi, maka Bank BTN pun akan mengubah fasilitas KPR Subsidi tersebut menjadi KPR Non-subsidi sesuai dengan bunga yang berlaku di perseroan saat itu," jelas Handayani, Selasa (3/10/2017).


Selama ini, lanjut Handayani, Bank BTN pun terus berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan selaku entitas yang ditunjuk sebagai pengawas dan pihak yang melakukan evaluasi terhadap kinerja pelaksanaan program FLPP.

"Sesuai ketentuan Menteri PUPR, Bank BTN telah kooperatif dengan menyediakan data yang diperlukan dalam pelaksanaan kegiatan pengawasan, pemantauan, dan evaluasi serta mendampingi di lapangan," tutur Handayani.

Adapun, Handayani menjelaskan jika ada temuan berupa rumah yang belum ditempati, lanjut Handayani, bisa memiliki beragam kemungkinan.

"Bisa saja nasabah pindah ke kota lain karena pindah kerja, atau akses ke lokasi yang belum memadai," tuturnya

Ke depannya, Bank BTN akan terus kooperatif dan berkoordinasi dengan Kementerian PUPR terkait penyaluran KPR subsidi tersebut. Bank BTN, imbuh Handayani, juga akan membentuk tim kerja khusus yang mendampingi unit kerja PUPR dalam melakukan evaluasi langsung di lapangan.

Dia berharap, para pihak-pihak terkait seperti kalangan pengembang pun ikut bekerja sama mematuhi ketentuan Kementerian PUPR untuk mewujudkan Program Satu Juta Rumah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Sejak pertama kali Program Satu Juta Rumah diluncurkan hingga saat ini, Bank BTN juga terus berkomitmen menjadi integrator utama program nasional tersebut. Pada tahun ini, Bank BTN membidik akan memberikan dukungan pembiayaan perumahan untuk 666.000 unit rumah dalam rangka menyukseskan Program Satu Juta Rumah.


Hingga Juni 2017, Bank BTN telah memberikan dukungan pembiayaan perumahan untuk 370.173 unit rumah atau senilai Rp39,01 triliun. Realisasi tersebut, tambah Handayani, telah mencapai 50% lebih dari target yang ditetapkan Bank BTN.

"Dari realisasi tersebut, sebanyak 5.108 unit KPR yang belum dimanfaatkan debitur tersebut hanya 1,37% dari total realisasi Program Satu Juta Rumah Bank BTN hingga Juni 2017," papar Handayani.

Bank BTN juga telah menggelar berbagai langkah sebagai wujud dukungan atas kesuksesan implementasi Program Satu Juta Rumah.

Dukungan yang diberikan tidak hanya berupa penyaluran KPR tapi juga memperkuat sumber pembiayaan, mendorong keterjangkauan, mendorong sisi ketersediaan rumah, serta bersinergi dengan stakeholder perumahan. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed