Adhi Karya Bidik Penjualan Rusun Dekat Stasiun Rp 3,3 Triliun, Naik 250%

Adhi Karya Bidik Penjualan Rusun Dekat Stasiun Rp 3,3 Triliun, Naik 250%

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Rabu, 20 Des 2017 12:44 WIB
Adhi Karya Bidik Penjualan Rusun Dekat Stasiun Rp 3,3 Triliun, Naik 250%
Foto: Eduardo Simorangkir-detikFinance
Jakarta - PT Adhi Karya (Persero) Tbk menargetkan penjualan properti berbasis Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan stasiun Light Rail Transit (LRT) Jabodebek pada tahun depan sebesar Rp 3,3 triliun. Target ini meningkat 250% dari target tahun ini sebesar Rp 1,3 triliun.

Direktur Operasional II Adhi Karya Budi Saddewa Soediro mengatakan, perusahaan akan membangun sejumlah TOD lagi tahun depan, setelah membangun 5 TOD tahun ini, di antaranya di Cibubur dan Cawang.

"Yang sudah kami eksekusi di Bekasi Timur, Jati Cempaka, kemudian Ciracas, sebentar lagi Cikunir 2. Kemudian, sedang proses izin ada di Cikunir 1. Semua dekat stasiun LRT, terhubung dengan stasiun LRT," katanya saat ditemui di Kementerian Perhubungan, Jakarta, Selasa (19/12/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seluruh progres pembangunan di masing-masing titik tercatat baru sekitar 10 hingga 20 persen. TOD di Bekasi Timur menjadi yang paling baik progresnya karena sudah mencapai 30%. Adapun dari target penjualan Rp 1,3 triliun pada tahun ini, Budi mengatakan realisasi penjualan sampai November sudah mencapai Rp 1,1 triliun.

"Sampai Desember kurang Rp 200-an miliar lagi untuk capai target Rp 1,3 triliun. Tahun depan targetnya Rp 3,3 triliun," ucapnya.

Adhi Karya sendiri memiliki 17 stasiun definitif yang bisa dikelola untuk dikembangkan sebagai kawasan TOD. Sampai saat ini sudah ada 50 ha lahan yang telah dikuasai oleh Perseroan. Kawasan berupa perkantoran, hunian dan area komersial ini akan dibangun terintegrasi dengan Stasiun LRT Jabodebek yang pengoperasiannya ditargetkan selesai di 2019 mendatang.

Adapun kebutuhan pendanaan untuk proyek TOD rencananya bakal dipenuhi lewat kas internal, penjualan dari konsumen dan pinjaman perbankan.

"Mayoritas internal, konsumen dan nanti seiring dengan pinjaman perbankan," tukas Budi. (eds/ang)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads