Follow detikFinance
Selasa, 09 Jan 2018 17:48 WIB

Ada Pengembang Berani Jual Apartemen Tunai Bertahap Sampai 8 Tahun

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Beragam cara dilakukan pengembang untuk manrik minat konsumen membeli apartemen di tengah lesunya daya beli. Salah satu yang ditempuh adalah dengan memperpanjang tenor atau masa cicilan pada skema pembayaran tunai bertahap atau yang biasa dikenal dengan istilah cash installment.

Cash installment adalah skema pembayaran dengan cara mencicil langsung ke developer atau pengembang apartemen dengan kurun waktu yang terbatas. Keunggulan skema ini, besaran cicilan tidak akan terpengaruh dengan naik turunnya bunga bank.

Waktu pembayaran tunai bertahap biasanya berlangsung selama kurang lebih 6-24 bulan atau bahkan 60 bulan alias 5 tahun. Namun dengan kondisi saat ini di mana penjualan properti tengah lesu, para developer melakukan beragam penawaran agar apartemennya bisa laku terjual. Salah satu yang ditempuh adalah dengan memperpanjang tenor atau masa cicilan.

Konsultan Properti Senior Associate Director Colliers Indonesia, Ferry Salanto menyebut, saat ini ada developer yang menawarkan cicilan lebih lama yaitu 100 bulan atau sekitar 8 tahun dengan sistem administrasi yang tidak bertele-tele.

"Biasanya (cicilan) sampai 3-5 tahun, tapi sekarang bahkan ada yang 100 bulan. Saat seret begini mereka semakin berani," kata dia dalam paparan di Mercantile Athletic Club, Jakarta, Selasa (9/1/2018).

Dengan cara ini diharap bisa menjawab kondisi properti di Jakarta yang sedang lesu, tercermin dari banyak pembangunan apartemen di Jakarta yang molor dari target penyelesaian.


Hal tersebut dikarenakan banyak developer yang kesulitan uang untuk pembangunan apartemen karena permintaan masyarakat untuk membeli apartemen tidak sesuai harapan developer.

Dari target rencana penyelesaian pembangunan apartemen di kawasan Jakarta yaitu sekitar 21.167 unit apartemen, ternyata hanya 38% yang selesai di tahun 2017.

"Apartemen yang terlihat dari tahun 2017 itu terlihat dari konstruksi. Di awal ada 21.167 proyek yang masuk akan selesai 2017. Tapi nyatanya 38% yang komplit," tandas dia.

(dna/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed