Follow detikFinance
Kamis 01 Feb 2018, 15:42 WIB

Warga DKI Tak Mampu Beli Rumah? Anies Siapkan Rusun Sewa

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Warga DKI Tak Mampu Beli Rumah? Anies Siapkan Rusun Sewa Foto: Tim Infografis, Andhika Akbarayansyah
Jakarta - Program Rumah DP Rp 0 sudah mulai direalisasikan. Dengan skema pembiayaan melalui tabungan selama 6 bulan masyarakat berpenghasilan Rp 7 juta per bulan bisa memiliki hak atas cicilan rumah DP Rp 0. Namun, program ini belum menyasar seluruh masyarakat yang berpenghasilan lebih rendah.

Lantas, bagaimana caranya agar mereka memiliki hunian?

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menjelaskan, pemerintah juga telah menyiapkan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah lainnya, lewat skema hunian sewa beli.

"Kalau yang di bawahnya adalah program sewa beli. Jadi artinya mereka penghasilannya tidak memungkinkan untuk melakukan pencicilan rumah. Karena itu, mereka kita siapkan program rumah susun sewa," kepada detikFinance, dalam wawancara khusus di Balai Kota, Jakarta, Senin (29/1/2018).

Program rusun sewa beli ini kata Anies adalah penyediaan hunian sewa berupa rusun, di mana nantinya warga bisa memiliki hak guna bangunan tersebut jika telah menyewa dalam rentang waktu sekian puluh tahun secara tertib dan teratur. Program rusunawa ini digagas oleh Gubernur DKI sebelumnya, yaitu Basuki Tjahaja Purnama. Apakah ini program yang sama?

"Apa yang menjadi pembeda antara rusun sewa dan yang lainnya, dia menyewa bisa Rp 250-500 ribu tergantung jenis ukurannya. Kalau mereka sewa 20 tahun dengan pembayaran yang teratur, yang tertib, rumahnya terawat, maka setelah 20 tahun mereka akan jadi pemilik atas rumah itu. Itu namanya sewa beli," ungkapnya.


"Lain dengan cicilan. Kalau cicilan itu saat ini dia sudah jadi pemilik. Tapi surat-suratnya ditahan. Jadi disewa selama 20 tahun, kemudian menjadi milik," sambung Anies.

Skema sewa beli berbeda dengan skema cicilan Rumah DP Rp 0. Rumah sewa beli kata Anies memiliki skema pembayaran hingga 20 tahun dengan jenis tipe ukuran rumah yang bermacam-macam.

"Beda dengan dia hanya menyewa seumur hidup. Yang saya maksud, ini adalah untuk membuat warga Jakarta lebih setara, karena ujungnya semua bisa memiliki rumah. Yang kedua, yang tidak kalah penting, kita ingin mereka yang menyewa itu juga bisa naik kelas. Karena itu ada pelatihan, ada program enterpreneurship dan mudah mudahan mereka sebelum 20 tahun, sudah bisa lebih sejahtera, pindah ikut rumah milik dan itu jauh lebih baik," papar dia.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed