Follow detikFinance
Senin, 19 Feb 2018 20:11 WIB

Program Tapera Belum Bisa Jalan Tahun Ini

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo Foto: Ilustrasi oleh Mindra Purnomo
Jakarta - Pemerintah sedang menyiapkan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) untuk bisa memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat. Nantinya, iuran Tapera kurang lebih mencapai 3% yang terdiri atas 0,5% kontribusi pemberi kerja dan 2,5% kontribusi pekerja (swasta/PNS).

Lantas, kapan Tapera itu bisa mulai berjalan?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan Tapera bisa mulai berjalan bila semua persiapannya telah selesai. Salah satu yang saat ini disiapkan ialah pembentukan Badan Pengelola (BP) Tapera.


Salah satu yang bakal dimasukan menjadi BP Tapera adalah Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan (Bapertarum). Masih dibutuhkan masa transisisi perubahan Bapertarum menjadi BP Tapera sebelum Tapera benar-benar bisa berjalan.

"Jadi Keppres (keputusan presiden) melakukan seleksi dari panitia seleksi untuk BP Tapera itu akan segera dibentuk kemudian rekrutmen dan kemudian dilantik Taperanya. Kita harapkan bisa segera mungkin," kata dia di Kementerian PUPR, Jakarta, Senin (19/2/2018).

Walau belum bisa merinci secara pasti kapan Tapera bisa berjalan, namun Sri Mulyani berharap agar hal itu bisa segera diwujudkan. Dia memperkirakan tahun ini Tapera sudah bisa mulai berjalan.

"Tahun ini, transisisnya begitu panitia seleksi selesai ya dibentuk. Iya (tahun ini Tapera berjalan)," kata Sri Mulyani.

Begitu BP Tapera berjalan kan dia melakukan fungsi untuk melayani ASN exbapetarum ASN non seperti TNI polri masih ada di Asabri itu perlu dinegosiasikan dan dibicarakan dengan mereka dan non ASN non TNI polri; masyarakat umum itu dikembangkan policy nya oleh bptapera

Sementara itu, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menambahkan saat ini pemerintah masih fokus dalam membentuk kredibilitas BP Tapera agar masyarakat paham dan tertarik hingga waktu yang belum ditentukan. Setelah itu, baru kemudian Tapera bisa mulai berjalan.

"Saya kira relatif sekali kalau itu (waktu transisi). Saya akan menunggu guidance dari Menekeu karena beliau selalu sampaikan klau harus gelinding dulu BP Tapera. Kita harus punya modal Bapetarum, ASABRI. Kita harus kelola itu dulu dengan baik, baru kita ajak yang lain," tutur Basuki. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed