Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 12 Mei 2018 21:07 WIB

Kejar Target 7 Juta Sertifikat Tanah, Ini Alasan Jokowi

Muhajir Arifin - detikFinance
Presiden Jokowi bagi-bagi sertifikat tanah di Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin/detikcom Presiden Jokowi bagi-bagi sertifikat tanah di Pasuruan/Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Pasuruan - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan akan bekerja keras memberikan 7 juta sertifikat tanah kepada rakyat. Salah satu tujuan pemberian sertifikat agar rakyat tak selalu kalah dalam sengketa tanah.

"Kenapa saya dorong agar 7 juta sertifikat bisa diterima masyarakat di tanah air karena setiap saya ke kampung, setiap saya ke desa di seluruh provinsi baik Sumatera baik Kalimantan baik Jawa, NTT, di Maluku selalu keluhannya, keluhan masyarakat selalu sengketa tanah," kata Jokowi saat membagikan ribuan sertifikat tanah pada warga di GOR Raci, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (12/5/2018).

Menurut Jokowi, sengketa tanah ada di mana-mana, antara masyarakat dengan masyarakat, masyarakat dengan pemerintah, masyarakat dengan perusahaan dalam negeri dan masyarakat dengan perusahaan luar negeri.


"Sengketa tanah karena apa, karena nggak pegang ini (sertifikat) dan sering kalah. Masyarakat yang nggak pegang ini pasti kalah. Tapi setelah pegang yang namanya sertifikat, tanda hukum atas hak tanah udah enak banget," tutur Jokowi

"Ada yang gugat ini tanah milik saya nggak bisa. Di sini ada tulisan nama dan haknya siapa jelas. Ukurannya berapa di situ juga jelas. Di bawah sampai ke pengadilan manapun pasti menang karena ada tanda bukti hak hukum atas tanah," sambung mantan Gubernur DKI Jakarta itu.

Jokowi menegaskan pembagian sertifikat kepada rakyat bertujuan untuk melindungi hak rakyat.

"Itulah maksud kita agar masyarakat memiliki sertifikat tanah. Kalau sengketa rakyat selalu kalah, nggak boleh. Kalau sudah pegang ini aman, Insya Allah aman," tegas Jokowi disambut tepukan meriah.


Selanjutnya Jokowi berharap agar sertifikat disimpan dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jika terpaksa harus digadaikan ke bank, maka uang hasil pinjaman harus dialokasikan ke sesuatu yang produktif.

"Biasanya kalau pegang sertifikat biasanya ingin disekolahkan (digadaikan). Nggak papa, sebelum pinjam ke bank tolong dihitung dulu, dikalkulasi dulu bisa mencicil ndak, bisa mengangsur nggak," ungkapnya.

"Jangan buat beli mobil, sepeda motor, uang pinjamannya. Muter ke kampung, gagah-gagahan, enam bulan begitu nggak bisa ngangsur bank. Hati-hati. Dapat uang bank gunakan seluruhnya untuk modal usaha untuk investasi, jangan gunakan yang lain. Kalau usahanya untung baru nabung, baru beli mobil, truk, sepeda motor," pungkas Jokowi.

Di tengah pidatonya, Jokowi juga meminta ribuan warga yang hadir berdiri dan mengangkat tangan menunjukkan sertifikat yang diberikan. Hal itu untuk membuktikan bahwa semua yang hadir benar-benar menerima sertifikat. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed