Follow detikFinance
Sabtu, 23 Jun 2018 16:46 WIB

Apa Kabar Rencana Tanah Nganggur Kena Pajak Progresif?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian ATR Foto: Dok. Kementerian ATR
Jakarta - Pemerintah berencana mengenakan pajak progresif untuk tanah yang selama ini tidak produktif atau tanah nganggur. Tujuannya untuk menghapuskan para spekulan yang selama ini mempermainkan harga tanah, sekaligus mengurangi kesenjangan perekonomian.

Dirjen Penataan Agraria Kementerian ATR/BPN Muhammad Ikhsan mengatakan bahwa Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil bakal memasukkan rencana tersebut dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) pertanahan. Dia mengatakan, saat ini rencana itu masih dibahas di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

"Sekarang pembahasannya sudah sampai di DPR, Komisi II. Apakah nanti itu disetujui atau tidak kebijakan itu, tetap itu wacana dilontarkan oleh Pak Menteri sebaiknya seperti itu kalau mau dilihat bahwa tanah-tanah itu tidak nganggur," kata Ikhsan Kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (23/6/2018).


Ikhsan mengatakan bahwa rencana ini dimaksudkan agar para pemegang hak tanah bisa memanfaatkan lahannya. Untuk itu, pemerintah perlu mendorongnya dengan pemberian pajak progresif.

"Itu supaya jangan diterlantarkan karena setiap tahun kalau dia tambah lagi tanahnya tidak dimanfaatkan pasti akan menjadi berdampak pada nilai tanah yang tinggi. Maka dengan adanya pajak progresif dia si pemilik tanah itu berpikir," jelas dia.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa Kementerian ATR terus membahas rencana itu dengan DPR. Diharapkan rencana itu sudah bisa direalisasikan pada tahun depan.

"Itu masih terus pembahasan dengan Komisi II, diharapkan tahun depan sudah bisa diundangkan. Kita berharap seperti itu," tuturnya.



(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed