Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 09 Agu 2018 17:24 WIB

BI Catat Kenaikan Harga Properti Melambat

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Bank Indonesia kembali melakukan Survei Harga Properti Residensial (SHPR) pada triwulan II-2018. Hasilnya pertumbuhan harga properti residensial di pasar primer melambat.

BI mencatat Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) pada triwulan II-2018 yang tumbuh 0,76%. Angka itu lebih rendah dari pada pertumbuhan IHPR di triwulan I-2018 sebesar 1,42% dibanding triwulan sebelumnya.

"Jadi secara keseluruhan harga properti melambat," kata Direktur Departemen Statistik BI Gantiah Wuryandani di Gedung BI, Jakarta, Kamis (9/8/2018).

BI mencatat untuk kenaikan harga properti di triwulan II-2018 lebih disebabkan oleh kenaikan harga bahan bangunan dan kenaikan upah pekerja bangunan.



Jika dipecah dari berbagi tipe rata-rata pertumbuhannya juga mengalami penurunan. Untuk IHPR tipe kecil tumbuh 1,36%, lebih rendah dibanding pertumbuhan di triwulan sebelumnya 2,3%.

Lalu untuk IHPR tipe menengah pertumbuhannya turun dari 1,31% menjadi 0,68%. Sedangkan untuk IHPR tipe besar turun dari 0,64% menjadi 0,27%.

Sementara dari sisi wilayah, kota yang pertumbuhan IHPR-nya meningkat hanya Medan dari 1,48% menjadi 2,94%. Sisanya relatif turun. Bahkan untuk Balik Papan rata-rata harga hunian turun 1,11%.

"Untuk Balik Papan wilayahnya dikelilingi sumber daya pertambangan yakni batu bara. Belakangan ada keterpurukan harga batu bara. Saat ini sudah bullish lagi, jadi diperkirakan ada peningkatan lagi," tambahnya.

BI memprediksi IHPR secara keseluruhan di triwulan III-2018 pertumbuhannya kembali melambat menjadi 0,55%.

(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com