Rumah DP Rp 0 Samawa Bisa Kendalikan Harga Properti di DKI, Asal..

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Sabtu, 13 Okt 2018 17:45 WIB
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Harga properti di DKI Jakarta setiap tahunnya terus melambung tinggi. Lantas, apakah bisa program rumah DP Rp 0 Samawa milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjaga harga properti?

CEO Indonesia Property Watch (IPW) Ali Tranghanda menilai pada dasarnya program milik Pemprov DKI tersebut bisa digunakan untuk mengendalikan kenaikan harga properti. Hal itu bisa dilakukan bila transaksi penjualan melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) sehingga harga bisa terkontrol.

Sebab, kata Ali, selama ini harga properti di Jakarta masih dipengaruhi oleh pihak swasta yang mendominasi pembangunan hunian.

"Ini bisa menjadi titik awal ya, tapi Pemprov sendiri harus memiliki mekanisme penjualan misalnya melalui BLUD jadi harga yang tadinya dijual RP 200 juta, tahun depan tetap Rp 200 juta. Nah kalau selama ini kan mekanisme pasar yang didominasi swasta," ungkap dia kepada detikFinance, Sabtu (13/10/2018).

Selain itu, kata Ali, Pemprov DKI juga harus melakukan program DP Rp 0 secara menyeluruh sehingga akan berdampak secara signifikan. Sebab, saat ini rumah yang dibangun hanya berada di atas lahan seluas 1,5 hektare.


Maka dari itu, ia mengusulkan agar pemerintah mau bekerjasama dengan BUMN ataupun BUMN guna memanfaatkan lahan yang ada untuk menjalankan program rumah DP Rp 0.

"Pemprov juga harus memiliki bank tanah, kalau satu titik saja, cuma 1,5 ha itu nggak pengaruh. Jadi kalau menyebar gitu kerja sama dengan BUMN atau BUMD itu bisa signifikan menekan harga," tutup dia.

Sekadar informasi, Pemprov DKI baru saja meluncurkan program rumah DP Rp 0 Samawa di Pondok Klapa, Jakarta Timur. Rencananya, rumah tersebut mulai dapat dipesan pada November mendatang.




Tonton video Berbentuk Rusun, Anies Luncurkan Rumah DP Rp 0

[Gambas:Video 20detik]

(fdl/fdl)