Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 19 Nov 2018 12:01 WIB

Suku Bunga Selangit Masa Sulit Bagi Industri Properti

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Melemahnya permintaan properti membuat para perusahaan properti sulit berkembang. Kini beban mereka ditambah dengan rezim suku bunga yang tinggi.

Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali memandang, para perusahaan properti yang tercatat di pasar modal mayoritas belum memiliki prospek perkembangan yang berarti. Apalagi kenaikan suku bunga acuan tahun ini yang sudah mencapai 175 basis poin akan menekan permintaan KPR.

"Dengan adanya peningkatan suku bunga tentunya ini memberikan dorongan pada tingkat KPR di masa mendatang," ujarnya kepada detikFinance, Senin (19/11/2018).

Frederik mengatakan, sebenarnya secara keseluruhan permintaan atas properti tahun ini belum ada peningkatan yang kuat. Dengan naiknya suku bunga kondisi itu akan berlanjut di tahun depan.


"Saya juga belum melihat adanya dorongan secara urgent di tahun 2019," ujarnya.

Menurut Frederik, para perusahaan properti yang bisa bertahan hanya jika memiliki kas yang cukup, pendapatan dari bisnis berkelanjutan dan memiliki cadangan tanah yang besar.

Sekedar informasi, sejak awal tahun Bank Indonesia (BI) sudah menaikkan suku bunga acuan sebesar 175 basis poin. Kini suku bunga BI 7 days reverse repo rate berada di level 6%.

(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed