Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 22 Nov 2018 18:48 WIB

Pengembang Ngeluh Pasar Properti Lesu, PUPR: Tidak Sepakat

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Pengembang properti yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) mengeluhkan lesunya industri properti selama 4 tahun terakhir. Sementara itu, Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid menilai industri properti saat ini masih bergairah.

Kata dia, hal itu bisa dibuktikan dengan pembangunan properti yang saat ini masih pesat.

"Kalau sektor properti fluktuasi lah ya, nggak juga lesu lesu banget. Nyatanya pembangunan di mana mana pesat terus, permintaan juga cukup banyak, suplai malah kurang kan," katanya kepada detikFinance, Jakarta, Kamis (22/11/2018).

Dia juga mengatakan, sejauh ini sektor-sektor pendukung properti telah memberi dukungan yang baik untuk pertumbuhan properti.


"Kalau dibilang 3 tahun terakhir (lesu) ya saya kurang sependapat juga. Artinya kalau sektor properti ini juga tergantung sektor industri lain. Kalau sektor lain juga meningkat akan mendorong sektor properti, gairahnya akan naik," jelasnya.

Untuk di kota-kota besar, dia menyadari adanya tantangan soal harga tanah yang mahal, sementara masyarakat ingin rumah terjangkau di perkotaan. Jika rumah jauh dari kota, menurutnya minat konsumen memang agak berkurang.

"Tantangannya tadi masalah tanah di kota besar khususnya middle low (menengah ke bawah) susah di pusat kota, akhirnya harus di pinggir kan, itu ketertarikan turun, kurang kan mungkin," tambahnya.


Diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat REI Sulaiman Sumawinata mengatakan, pertumbuhan sektor properti melambat dalam 4 tahun terakhir.

"Kita semua tahu bahwa industri properti sedang dalam keadaan yang sangat memprihatinkan, slow down, sudah hampir 3-4 tahun kita tidak bisa bergerak untuk growing," katanya di JS Luwansa Hotel, Jakarta, Kamis (22/11/2018). (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
CNN ID World Now
×
World Now
World Now Selengkapnya