Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 05 Des 2018 09:20 WIB

Pemerintah dan Pengembang Putar Otak Percepat Program Sejuta Rumah

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: dok. REI Foto: dok. REI
Nusa Dua - Pemerintah bersama seluruh pemangku kebijakan tengah memutar otak untuk mempercepat penyediaan hunian bagi masyarakat Indonesia seperti janji Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam program sejuta rumah.

Upaya tersebut kembali dibahas dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (REI) tahun 2018 di Mangupura Ballroom, The Westin Resort Nusa Dua Bali International Convention Center, dari 4-5 Desember 2018.

Rakernas tersebut digelar bersamaan dengan perhelatan pelaku usaha realestat terbesar di dunia, yakni FIABCI Global Business Summit 2018. Rakernas DPP REI 2018 mengusung tema "Komitmen REI Bersama Pemerintah dalam Mendukung Program Satu Juta Rumah".


Dalam rapat yang juga dihadiri sejumlah pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan 1.000 orang pengembang yang tergabung dalam REI tersebut, dibahas sejumlah tantangan dalam program penyediaan sejuta rumah.

"Sepanjang 2018 banyak hal yang perlu direfleksikan lebih jauh oleh seluruh pemangku kepentingan di bidang perumahan rakyat," kata Ketua Umum DPP REI, Soelaeman Soemawinata dalam kesempatan tersebut.

Misalnya, terdapat beberapa persoalan regulasi dan teknis yang mengganggu iklim penyediaan hunian rakyat, antara lain:

1. Kepmen 403/2002 yang mengatur tentang teknis bangunan penyediaan perumahan subsidi
2. Permen Akreditasi dan Registrasi Asosiasi Pengembang Perumahan, serta Sertifikasi dan Registrasi Pengembang Perumahan
3. Permen PUPR tentang Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (PPPSRS).
4. Nilai harga jual rumah subsidi tahun 2019, yang belum diputuskan hingga sekarang.

Serta beberapa persoalan regulasi dan teknis lain yang sebenarnya cukup meresahkan pengembang swasta sebagai mitra pemerintah untuk dapat berinovasi menyediakan hunian rakyat.

"Lewat Rakernas REI tahun ini, kami kembali menyampaikan komitmen untuk selalu mendukung Program Satu Juta Rumah. Tetapi di dalam kesempatan ini, kami juga mengharapkan pemerintah dapat menjaga iklim berusaha yang kondusif, sehingga REI bisa tetap menunjukkan kontribusinya bagi bangsa dan negara sesuai kompetensi kami sebagai pengembang perumahan," ujar Eman.

Dia mengatakan melalui Rakernas DPP REI 2018 diharapkan dapat muncul pemikiran-pemikiran baru dan terobosan guna mendukung penyediaan rumah rakyat.


Beberapa terobosan itu antara lain:
Pertama, terobosan pajak untuk rumah MBR. Dimana untuk mempercepat pembangunan rumah rakyat, REI memperjuangkan adanya relaksasi di bidang perpajakan bagi rumah MBR.

Sehingga rumah-rumah yang dijual maksimal 20% di atas batasan harga jual (plafon) rumah subsidi FLPP, tidak perlu dikenakan PPN 10% dari nilainya. Namun cukup dikenakan atas selisihnya terhadap harga jual rumah yang ditentukan.

Kedua, terobosan penyediaan rumah bagi ASN maupun prajurit TNI/Polri. Dalam dua tahun terakhir ini, ungkap Eman, REI sudah menjalin kerjasama dengan PT. Taspen, Jamkrindo, Yayasan Kesejahteraan Pendidikan Perumahan (YKPP) Kementerian Pertahanan, dan Korpri.

"Dengan adanya keinginan dari Presiden Republik Indonesia untuk mempercepat penyediaan rumah bagi ASN, TNI/Polri, kami berharap akan ada terobosan kebijakan dari Pemerintah, yang membuat REI dapat bergerak lebih cepat lagi untuk menyediakan rumah bagi para abdi negeri," harap Eman.

Tahun lalu, kata dia, REI sukses membangun 206.290 unit rumah subsidi dan 200.000 unit rumah komersial.

"Itu berarti, di 2017 REI menyumbang lebih dari 400.000 unit rumah dari target sejuta rumah yang ditargetkan pemerintah. REI membuktikan bahwa kami bekerja nyata bersama pemerintah untuk membangun rumah khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Eman.

Berdasarkan data PPDPP, dari total 11.568 pengembang rumah subsidi di seluruh Indonesia, sekitar 5.014 pengembang di antaranya adalah pengembang REI. Sehingga, tambah Eman, pihaknya cukup percaya diri menyebutkan bahwa REI adalah asosiasi pengembang tertua dan asosiasi pengembang rumah rakyat terbesar di seluruh Indonesia. (dna/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed