Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 24 Jan 2019 19:46 WIB

Pengembang Protes 'Hunian Nempel Stasiun' Dimonopoli BUMN

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Ilustrasi TOD/Foto: Dok. APL Ilustrasi TOD/Foto: Dok. APL
Jakarta - Pengusaha properti yang tergabung dalam Real Estate Indonesia (REI) mengeluhkan pembangunan hunian nempel stasiun berkonsep Transit Oriented Development (TOD) dimonopoli BUMN.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) REI, Paulus Totok Lusida, mengatakan pemerintah seharusnya mengajak pihak swasta dalam proyek pembangunan kawasan hunian tersebut.


"Mestinya developer BUMN itu KSO (kerja sama operasi) sama swasta, karena sekarang pengembang BUMN kan dananya dari masyarakat. TOD itu kontraktornya hampir keseluruhan BUMN, sehingga di sekitar itu, properti dikuasai juga lahannya oleh BUMN," ujar Paulus saat ditemui di acara Property Outlook 2019, di Hotel JS Luwansa, Kamis (24/1/2019).

Bagi pengembang, kata Paulus, kerja sama dengan pemerintah akan mendorong pertumbuhan dunia usaha, khususnya di sektor properti.

"Jadi kita kerja samalah supaya tumbuhnya kompetitif dan sehat. Gitu saja permintaan kita, selamanya kalau monopoli itu tetap lebih sehat kalau bersaing," kata Paulus.


Dia menambahkan, dengan tidak adanya monopol akan menimbulkan kompetisi usaha dan kualitas. Dengan begitu, pengguna pun dapat mendapatkan kualitas hunian terbaik.

"Tidak hanya masalah dampak, tapi sehat dalam kompetisi usaha dan kualitas kan. Kalau berkompetisi pasti kualitasnya end user yang menikmati," ujar Paulus. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed