Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 16 Mar 2019 16:39 WIB

Magelang Bisa Jadi Contoh Penyediaan Lahan untuk Rusunawa

Eko Susanto - detikFinance
Foto: Eko Susanto/detikcom Foto: Eko Susanto/detikcom
Magelang - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengapresiasi Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang yang telah menyediakan lahan untuk rumah susun sederhana sewa (rusunawa). Pasalnya, lahan menjadi salah satu kendala yang dihadapi dalam pembangunan rusunawa.

Untuk itu, apa yang dilakukan Pemkot Magelang, Jawa Tengah bisa dicontoh daerah lain untuk penyediaan lahan pembangunan rusunawa.

"Mungkin bisa jadi contoh di daerah lain bahwa tanah bengkok ternyata bisa dijadikan aset membangun rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah," kata Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid di sela-sela peresmian 5 rusunawa dan satu rumah khusus di Rusunawa Kota Magelang, Sabtu (16/3/2019).


Adapun rusunawa yang diresmikan tersebut meliputi Rusun Pemkot Magelang; Rusun Kelurahan Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang; Rusun MBR Manggong, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung; Rusun MBR Magelang, Sanggrahan Kelurahan, Wates Kota Magelang, Rusun STTP Tegalrejo, Kabupaten Magelang dan Rusun Ponpes API Tegalrejo, Kabupaten Magelang.

Pembangunan rusunawa ini, katanya, diperuntukkan bagi yang berhak membutuhkan. Kemudian, para penerima manfaat terkesima dengan keberadaan rusunawa.

"Memang penerima manfaat pada kaget. Jadi memang kami tingkatkan kualitasnya terus. Yang terakhir kami coba lantainya, kemudian fasilitas di dalamnya mebelnya bisa dilihat dan sebagainya," kata dia.

Penambahan fasilitas yang tersedia tersebut, kata dia, sebagaimana diperintahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar membantu masyarakat.

"Ini untuk apa? Kata Pak Presiden membantu tuntas, apalagi untuk masyarakat kecil, masyarakat berpenghasilan rendah atau pegawai-pegawai kita ada yang tugas di mana-mana," ujarnya.

Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul HamidDirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid Foto: Eko Susanto/detikcom

Pihaknya berharap rusunawa yang diresmikan ini segera dihuni serta berpesan agar dijaga kebersihannya.

"Moga-moga aja ini segera dihuni, karena Pak Presiden dan Pak Menteri senang sekali kalau ke sini sudah dihuni dan bersih. Minta tolong Bu Wawali untuk pohon-pohon besar perlu juga karena kita harus melestarikan untuk kebutuhan oksigen," katanya.

"Hari ini, saya meresmikan paling banyak ada 6 terdiri 5 tower dan satu rusun," tuturnya.

Untuk di Jawa Tengah, katanya, sampai tahun 2018 bantuan rusunawa kurang lebih 39 tower.

"Bantuan rusunawa di Jateng paling banyak bantuan 2018 kurang lebih, 39 tower bangunan seperti ini," ujarnya.


Sementara itu, Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina mengatakan, pihaknya telah berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, salah satunya menyediakan perumahan yang layak huni.

"Sekalipun Kota Magelang telah terbangun tiga rusunawa dan satu rumah khusus (twin block), kami masih menghadapi permasalahan yang cukup tinggi terutama masalah kekurangan perumahan dan juga rumah tidak layak huni," kata Windarti.

Pihaknya berpesan, bagi para penghuni rumah khusus atau rusunawa dapat memanfaatkan huniannya masing-masing. Selain itu, agar menjaga dan merawat seperti halnya rumah sendiri sehingga bisa menjadi berkah bagi orang lain.


Magelang Bisa Jadi Contoh Penyediaan Lahan untuk Rusunawa
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed