Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 08 Apr 2019 13:21 WIB

Pemulihan Sulteng Pasca Tsunami, 21.000 Rumah Tapak Dibangun

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Istimewa/Kementerian PUPR Foto: Istimewa/Kementerian PUPR
Jakarta - Pemerintah terus membantu penyediaan tempat tinggal di daerah Sulawesi Tengah (Sulteng) sebagai pemulihan atas daerah yang terkena dampak bencana. Salah satunya adalah pembangunan hunian tetap alias huntap.

Kepala Satgas Penanggulangan Bencana Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Arie Setiadi Moerwanto mengatakan pemerintah setidaknya merencanakan 21 ribu unit huntap untuk dibangun. Arie mengatakan huntap akan dibangun di lokasi yang tidak masuk dalam daerah rawan bencana.

"Kita pilih huntap di lokasi yang nggak masuk wilayah bencana, di Duyuh, Talise, dan Pombewe. Kemungkinan kita harus bangun 21 ribu unit huntap," ungkap Arie di Media Center Kementerian PUPR, Senin (8/4/2019).


Hingga kini menurut Arie pihaknya masih melakukan desain untuk rumah tersebut. Sejauh dia mengatakan perkembangan terbesar adalah melakukan pembebasan lahan di tiga daerah yang akan dibangun huntap.

"Kami masih melakukan desain untuk huntap ini, tapi lahannya sudah ada dan kami hubungkan jalannya, kami juga berkerja sama dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)," ungkap Arie.

Arie menyampaikan setidaknya ratusan hektar telah disiapkan untuk pembangunan huntap ini. Dari beberapa hektar yang direncanakan di beberapa lokasi masih ada lahan yang dalam tahap pembebasan.

"Di Duyu kami sediakan 41,65 hektar setelah dari ATR baru 38 hektar, lalu Pombewe 362 hektar baru 100 hektar. Terakhir Talise 481,63 hektar," ungkap Arie.


Arie menjelaskan untuk melakukan percepatan, pemerintah lewat instruksi wakil presiden meminta pihak swasta ikut melakukan pembangunan rumah. Setidaknya Arie menjelaskan 30% rumah huntap yang dibangun merupakan donasi dari pihak swasta.

"Untuk percepatan Pak Wapres ijinkan penunjukan langsung, akhirnya ada yang mau akomodasi berikan sumbangan rumah dari Yayasan Budha Suci 2000 unit rumah, dan lainnya juga ada," ungkap Arie.

Arie menjelaskan nantinya huntap ini akan berbentuk rumah tapak dan dipatok seharga Rp 50 juta, dengan tipe rumah 36. Selain itu setiap rumah luas tanahnya sebesar 150 m persegi.

"Huntap ini nanti setiap unit luasnya 150m persegi, harganya yang diizinkan Rp 50 juta. Tipe rumah 36 dengan penyediaan air bersih, serta pengelolaan air limbah," ungkap Arie.



Simak juga video Menembus Wilayah Sumur yang Masih Terisolir Pasca-Tsunami:

[Gambas:Video 20detik]


Pemulihan Sulteng Pasca Tsunami, 21.000 Rumah Tapak Dibangun
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed