ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 11 Apr 2019 18:37 WIB

Tommy Soeharto Gandeng Pengusaha Dubai Bikin Rumah Murah

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Achmad Dwi Afriyadi/detikFinance Foto: Achmad Dwi Afriyadi/detikFinance
Jakarta - Putra Presiden ke-2 Soeharto, Hutomo Mandala Putra atau biasa disapa Tommy Soeharto berencana mengembangkan rumah murah. Untuk membangun rumah murah itu, perusahaannya yakni PT Berkarya Makmur Sejahtera menggandeng perusahaan asal Dubai, Bin Zayed Group.

Tommy Soeharto sendiri menjabat sebagai Komisaris Utama di Berkarya Makmur Sejahtera. Rencana pembangunan rumah murah ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang berlangsung hari ini di Crown Plaza Jakarta, Kamis (11/4/2019).

Bin Zayed Group akan menyiapkan dana investasi sekitar US$ 3 miliar hingga US$ 5 miliar atau antara Rp 42 triliun hingga Rp 70 triliun (asumsi kurs Rp 14.000). Dana tersebut, di antaranya untuk membangun rumah murah dan investasi lainnya seperti pembangkit listrik dari energi terbarukan.

"Kita mengetahui bahwa masalah perumahan di Indonesia, selalu bermasalah khususnya untuk rumah sederhana. Di sini dari Bin Zayed Group ingin berkolaborasi bersama dengan perusahaan kami untuk membantu bukan hanya proyek kecil tapi besar," ujar Tommy.


Tommy mengatakan, dengan kerja sama ini diharapkan dapat memberikan efek domino. Sebab, dari pembangunan akan menimbulkan banyak lapangan kerja.

"Dampaknya domino pembangunan proyek tersebut adalah berkembangnya proyek pasir galian, galian batu, warung pun akan bisa berkembang proyek tersebut, karena memang akan berdamapak dari buruh-buruh disitu. Bisa menghidupkan lapangan pekerjaan baru," paparnya.

Ia menambahkan, untuk rumah murah yang akan dibangun sendiri ditargetkan 500 ribu hingga 1 juta unit.

"Kalau US$ 5 miliar itu kita konversikan tadi proyek rumah, satu rumah rumahnya US$ 10 ribu, Rp 145 juta, berarti akan membuat kurang lebih 500 ribu, memang akan diupayakan ke arah ke sana," katanya.

"Tapi tentunya tidak langsung 500 ribu secara bersamaan. Karena nanti dilihat yang feasible di mana saja, dan kesiapan dari pada tanah yang ada, berapa jauhnya. Sehingga nanti kita lihat proyek per proyek," sambungnya.


Pada kesempatan sama, Direktur Utama Berkarya Makmur Sejahtera Milasari Kusumo Anggraini mengatakan, terkait rencana pembangunan rumah murah ini akan didetailkan dalam 3 bulan ke depan.

"Siang hari ini MoU akan dilakukan untuk pertama kali untuk affordable house tentunya akan dijalankan 3 bulan ke depan bisa finalisasi. Mudah-mudahan kita bisa eksekusi dengan baik," tutupnya. (ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com