Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 02 Mei 2019 20:17 WIB

RI Gencar Dongkrak Pariwisata Bikin Investasi Properti Bergairah

Dana Aditiasari - detikFinance
Ilustrasi Industri Properti Foto: Agung Pambudhy Ilustrasi Industri Properti Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Indonesia mencatat pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 12,58% pada 2018 menjadi 15,8 juta wisman. Pada 2019, pemerintah menargetkan 20 juta wisman.

Sementara itu, kunjungan wisman ke Bali pada 2018 tumbuh 6,54% menjadi sekitar 6,07 juta wisman dibandingkan 2017 yang sekitar 5,69 juta wisman.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Klungkung, I Made Sudiarkajaya, mengatakan bahwa bisnis pariwisata sangat prospektif.


Setiap hari, ada sekitar lima ribu orang, wisatawan mancanegara maupun wisatawan lokal, berkunjung ke Nusa Penida melalui Nusa Dua, Sanur, dan Klungkung.

Menurut dia, Nusa Penida cukup potensial dan berkembang sebagai destinasi baru pariwisata di Bali. Saat akhir pekan, ribuan turis berkunjung ke Nusa Penida, baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara.

Namun, sekitar 95% turis menginap di luar Nusa Penida karena belum banyak penginapan dengan standar yang dibutuhkan.

"Prospek di Nusa Penida masih sangat bagus dan jumlah kamar berstandar internasional masih kurang," ujar I Made Sudiarkajaya.

Untuk itu, kehadiran investor untuk menunjang pariwisata di lokasi ini sangat dibutuhkan.


Peluang itu ditangkap emiten properti PT Capri Nusa Satu Properti Tbk (CPRI). Direktur Utama CPRI Jansen Surbakti mengatakan, prospek wisata di lokasi baru memang menjadi magnet tersendiri bagi kalangan pengembang properti.

Apa lagi, langkah pemerintah saat ini yang serius mengembangkan industri pariwisata di Tanah Air dianggap mampu menopang bisnis properti pariwisata (leisure property).

Keseriusan pemerintah itu dapat dilihat dari kebijakan membangun infrastruktur pendukung pariwisata seperti jalan dan bandara.

"Optimisme kami juga ditopang oleh posisi Bali yang merupakan sentra pariwisata nomor satu di Indonesia," ujar Jansen.

Emiten ini sendiri berencana melakukan investasi senilai Rp 45 miliar untuk membangun 30 unit villa di Nusa Penida. Sebanyak 15 villa di antaranya ditargetkan sudah dapat beroperasi pada Desember 2019.

"Investasi pembangunan tahap awal membutuhkan sekitar Rp 45 miliar. Bisnis resort di daerah Nusa Penida sangat potensial karena ditopang oleh industri pariwisatanya yang terus berkembang dan ramai dikunjungi wisatawan," papar Jansen.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi), mengatakan bahwa dunia pariwisata menjadi salah satu peluang pertumbuhan ekonomi yang cukup menjanjikan untuk Indonesia. Kehadiran wisatawan baik asing maupun mancanegara mampu memacu ekonomi di daerah wisata.

"Ini bisa jadi peluang kita, pariwisata ini ekonomi baru. Tourism bomb peluangnya menjanjikan," ujar Jokowi pada sambutannya di acara Kompas100 CEO Forum, di Jakarta Convention Centre (JCC) Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2018). (dna/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com