Infrastruktur itu jadi hal yang 'dijual' atau diunggulkan Provinsi Kalsel agar dipilih sebagai lokasi ibu kota baru.
"Kita lagi bikin jalan bypass, rencananya jadi tahun 2020. Nanti kalau pakai mobil ke bandara cuma 1 jam, ke ibu kota provinsi 2,5 jam kayak Jakarta-Bandung, ada rest area juga," jelas Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dalam diskusi pemindahan ibu kota di Istana Negara, Senin (6/5/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sahbirin menyampaikan, lokasi calon ibu kota baru ini terletak di daerah selatan provinsi Kalsel yang terletak di depan pegunungan Meratus. Sehingga, ketersediaan air baku melimpah dan bisa menjadi pegunungan.
"Saya proyeksikan lokasinya itu di belakangnya terbentang pegunungan Meratus yang bisa menjadi penyangga kehidupan. Bisa jadi penyedia air baku," kata Sahbirin.
Selain itu, Kalsel juga sediakan lahan seluas 600.000 hektare dan merupakan kepemilikan pemerintah setempat.
"Di Kalsel ada lahan. Kita ada 2 kali 300.000 hektare. Nanti pemerintah pusat silakan pakai saja. Kita hanya menyediakan," pungkasnya.












































