Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 06 Mei 2019 16:32 WIB

Jokowi Hadapi Masalah Ini Jika Pilih Ibu Kota Baru di Kalimantan

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Jokowi di Masjid Istana Bogor (Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden) Foto: Jokowi di Masjid Istana Bogor (Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta - Pemerintah berencana memindahkan ibu kota ke luar Jawa. Salah satu lokasi yang dibidik adalah Kalimantan

Salah satu alasannya karena Kalimantan minim bencana alam karena bukan wilayah ring of fire. Menurut Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Yoga, Kalimantan yang tidak memiliki gunung berapi bukan berarti lebih aman.

Dia justru melihat Kalimantan bisa lebih berbahaya untuk dihuni dibandingkan dengan pulau lainnya.

"Semua pulau memang tidak ada yang aman di luar Kalimantan, karena berada di ring of fire. Tapi, bukan berarti Kalimantan aman, justru kerusakan lingkungannya yang lebih bahaya," ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (6/5/2019).


Kerusakan lingkungan yang dimaksud adalah imbas dari maraknya pertambangan dan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan. Dua kegiatan industri itu menurut Nirwono akan menurunkan kualitas lingkungan.

"Dengan adanya kegiatan tambang dan kelapa sawit sebenarnya ada penurunan kualitas lingkungan. Kelapa sawit contoh kebakaran hutan, banjir. Lokasi tambang juga tidak akan bisa diperbaiki," tuturnya.

Dampak negatif dati pertambangan dan perkebunan kelapa sawit bagi lingkungan memang membutuhkan waktu yang lama. Oleh karena itu, jika pemerintah pemilih Kalimantan sebagai lokasi ibu kota, harus dipastikan lokasinya jauh dari pertambangan dan perkebunan kelapa sawit.

Bahkan lebih ekstrim lagi pemerintah harus memastikan bahwa tidak ada lagi kegiatan tambang dan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan.


"Apa jaminannya dua kegiatan besar itu, tambang dan perkebunan kelapa sawit itu hilang. Ini terkait kebakaran hutan. Harus hilang dan berhenti. Ini bukan pilihan boleh atau tidak," ujarnya.

Nirwono menambahkan jika pertimbangan pemerintah lebih dititik beratkan keamanan lingkungan, justru pulau lainnya juga memiliki peluang yang sama lebih besar meski berada di wilayah ring of fire. Sebab jauh lebih sulit untuk memperbaiki lingkungan yang rusak akibat pertambangan dan kebun kelapa sawit ketimbang melakukan mitigasi bencana.

"Kalau ada pilihan lain yang hutannya masih terjaga tapi kita bangun mitigasi bencana dari gempa lebih baik. Seperti di Jepang yang rawan sekali, tapi tetap bsia berkembang. Dia kota-kotanya beradaptasi dari bencana. Kalau itu jadi pertimbangan, Sulawesi, Sumatera bahkan Papua punya hak juga," tuturnya.


Simak Juga 'Seberapa Urgensinya Ibu Kota Dipindah?':

[Gambas:Video 20detik]

Jokowi Hadapi Masalah Ini Jika Pilih Ibu Kota Baru di Kalimantan
(das/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com