Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 16 Mei 2019 15:08 WIB

Bangun Ibu Kota Baru Butuh Rp 446 T, dari APBN Rp 30 T

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Pemerintah berencana untuk memindahkan ibu kota ke luar Jawa. Rencananya, pembangunan ibu kota akan menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebanyak Rp 30 triliun.

Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mengatakan pembangunan ibu kota baru pada dasarnya akan menelan biaya mencapai Rp 446 triliun. Hanya saja, tak semua dana akan berasal dari APBN.

Pemerintah berencana untuk menggandeng Badan Usaha Milik Negara hingga perusahaan swasta untuk ikut membiayai pembangunan. Hanya saja, dana dari APBN yang akan digunakan sebanyak Rp 30 triliun.


"Dari APBN itu Rp 30 triliun. Sehingga setiap tahunnya APBN hanya dialokasikan sebesar Rp 6 triliun," kata dia dalam Talkshow di Bappenas, Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Lebih lanjut, ia memastikan alokasi anggaran tersebut tak mengganggu anggaran prioritas kementerian lainnya. "Itu nggak ganggu prioritas anggaran lainnya," sambungnya.

Bambang mengungkapkan, biaya yang dibutuhkan sebanyak Rp 340,6 triliun akan memanfaatkan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Rumah dinas PNS dan TNI/POLRI akan didanai dengan skema ini. Setidaknya sumber pembiayaan dengan skema KPBU akan dibutuhkan Rp 340,6 triliun," terangnya.


Sementara, sisa kebutuhan dana lainnya sebesar Rp 95 triliun akan memanfaatkan dari pihak swasta dengan skema Kerjasama Pemanfaatan (KSP).

"Ada juga pembangunan perguruan tinggi, fasilitas kesehatan ini oleh swasta sebesar Rp 95 triliun," tutup dia. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed