Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 17 Jun 2019 17:01 WIB

Hary Tanoe Dikabarkan Beli Rumah Mewah Donald Trump Rp 193 M

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Perusahaan milik Presiden AS Donald Trump, diam-diam menjual salah satu properti terakhirnya yang tersisa di California. Menariknya, dikabarkan yang akan membeli properti itu adalah seorang pengusaha RI, yakni Hary Tanoesoedibjo.

Melansir Washington Post, Senin (17/6/2019), Trump menjual rumah besar di Beverly Hills seluas 5.400 kaki persegi. Rumah itu dibanderol senilai US$ 13,5 juta atau setara Rp 193 miliar (kurs Rp 14.300). Harga itu hampir dua kali lipat dari harga saat dibeli Trump pada 2007 lalu.

Menurut kabar, rumah itu akan dibeli oleh entitas perusahaan yang terkait dengan miliarder Indonesia yang juga mitra bisnis Trump, Hary Tanoe. Sebuah akta yang terdaftar di L.A. County pada 31 Mei menunjukkan bahwa putra sulung Trump, Donald Trump Jr., menandatangani properti itu ke Hillcrest Asia Ltd., sebuah perusahaan yang terdaftar di Kepulauan Virgin Britania Raya.

Alamat pembeli yang tercantum dalam akta tersebut adalah kondominium Beverly Hills yang dimiliki oleh perusahaan milik Hary Tanoesoedibjo. Dia adalah mitra bisnis Trump di dua proyek di Indonesia yakni resor di pulau Bali dan lapangan golf dan kawasan wisata dan taman hiburan sekelas Disneyland di Lido, Bogor, Jawa Barat. Pihak Hary Tanoe memperkirakan nilai proyeknya mencapai lebih dari US$ 500 juta.


Seorang wanita yang dihubungi melalui telepon di kondominium itu, yang menolak menyebutkan namanya, mengatakan bahwa dia tahu keluarga itu dan telah mendengar pembelian itu tetapi tidak siap untuk membuat pernyataan.

Sekadar informasi, Trump membeli properti itu senilai US$ 7 juta pada 2007. Menurut L.A. County, properti itu pada tahun lalu nilainya mencapai US$ 8,3 juta.

Dari sebelum dia menjadi presiden, Trump tampaknya tidak sering menggunakan rumah itu, bahkan ketika dia mengunjungi Los Angeles. Dia sering tinggal di Beverly Hills Hotel di dekatnya. Rumah itu tampaknya tidak disewakan: dalam pengungkapan keuangannya, Trump mengatakan dia tidak pernah menerima penghasilan darinya.

Trump juga memiliki rumah kedua di blok yang sama. Dia menjual properti itu sebesar US$ 10,3 juta pada 2008. Trump juga masih memiliki klub golf di Rancho Palos Verdes di dekatnya dan telah menjual sebidang tanah di sekitarnya untuk perumahan tepi pantai.

Konstitusi AS sebenarnya melarang presiden menerima hadiah atau pembayaran dari para pemimpin asing. Trump melawan dua tuntutan hukum federal yang mengklaim bahwa dia melanggar larangan itu dengan menerima bisnis dari pejabat asing di perusahaan hotel-hotelnya.


Harga jual rumahnya di Beverly Hills senilai US$ 13,5 juta itu kemungkinan akan memperburuk permasalahan etikanya. Properti itu dijual di luar pasar, yang berarti tidak terdaftar untuk dijual di depan umum, dan ahli real estat Beverly Hills mengatakan mereka terkejut dengan tingginya harga itu.

Nilai rumah rata-rata di Beverly Hills telah naik 52% dari US$ 2,3 juta pada awal 2007 menjadi US$ 3,5 juta tahun ini. Sementara Trump menjual rumahnya 93% lebih tinggi dari yang dia keluarkan saat membelinya di 2007. (das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com