Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 12 Agu 2019 19:44 WIB

Lokasi Belum Pasti, Jangan Tertipu Iklan Tanah Dekat Ibu Kota Baru

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Infografis Pindah Ibu Kota (Tim Infografis: Zaki Alfarabi) Foto: Infografis Pindah Ibu Kota (Tim Infografis: Zaki Alfarabi)
Jakarta - Iklan lahan atau tanah di Kalimantan dengan klaim dekat calon Ibu Kota Negara dalam situs jual beli online mulai bermunculan. Iklan tersebut menawarkan harga jual tanah di bawah standar lokal. Sehingga pembeli tak perlu takut rugi jika ibu kota tak jadi pindah.

Pengamat properti, Aldi Garibaldi mengatakan iklan tersebut berpotensi menimbulkan dampak yang tidak baik, karena akan ada spekulasi pada tanah.

"Baik untuk yang punya tanah, tidak baik untuk yang spekulasi tanah. Kan belum tahu pindahnya ke mana (Ibu Kota), memangnya mereka tahu?" kata Aldi saat dihubungi detikFinance, Senin (12/8/2019).


Dia mengungkapkan, membeli tanah tak sama dengan membeli barang elektronik yang memiliki garansi. Penjualan tersebut disebut akan menciptakan bubble atau gelembung di sektor properti, hal ini karena semua orang yang punya tanah di wilayah tersebut akan menaikkan harga.

Menurut dia, iklan dengan embel-embel tanah dekat dengan calon Ibu Kota baru merupakan misrepresentation of the fact.

Aldi mengungkapkan, masyarakat bisa menilai sendiri terkait pembelian tanah. Pasalnya itukan kontrak yang bersifat pribadi. "Misalnya saya bilang ke pembeli, rumah ini sebentar lagi dekat jalan tol. Terus kalau jalan tol nya nggak jadi dibangun emang bisa dituntut? Kan sifatnya Badan Pertanahan Negara (BPN) hanya mencatat transaksi," imbuh dia.


Dari penelusuran detikFinance, ada salah satu iklan yang menawarkan Tanah Kavling di Calon Ibu Kota Negara. Lokasi iklan ini terletak di Katingan, Kabupaten Kalimantan Tengah.

Iklan tersebut menawarkan 400 meter persegi tanah kosong dengan harga Rp 122.500 per meter.

Dari deskripsi juga disebutkan, lahan ini ada di lokasi strategis karena berada di satu-satunya jalan utama penghubung antara Palangka Raya atau Ibu Kota Kalimantan Tengah dan Ibu Kota Katingan yang disebut sebagai kandidat kuat ibu kota negara.

"Di lokasi ini sangat dekat dengan Bukit Batu, tempat wisata di Kabupaten Katingan yang direncanakan sebagai Bundaran Terbesar se Asia Tenggara. Akses jalan kavling juga sangat lebar dan lega, yakni lebih dari 8 meter," tulis deskripsi tersebut, dikutip detikFinance, Senin (12/8/2019).

Simak Video "Dua Kelompok Pemuda Tawuran di Tanah Abang"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed