Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 16 Agu 2019 15:04 WIB

Jokowi Sebut Pindah Ibu Kota ke Kalimantan Demi Kurangi Ketimpangan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Presiden Jokowi cek ibu kota di Kalimantan/Foto: Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay Presiden Jokowi cek ibu kota di Kalimantan/Foto: Antara Foto/Akbar Nugroho Gumay
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah meminta izin kepada DPR untuk memindahkan ibu kota ke luar Jawa. Lokasi yang dipilih adalah Kalimantan.

Menurut Jokowi pemindahan ibu kota ke luar jawa merupakan upaya untuk mengurangi ketimpangan antara Jawa dan Luar Jawa. Selama ini, kata Jokowi denyut kegiatan ekonomi secara umum
masih terpusat di Jakarta dan Pulau Jawa, sehingga Pulau Jawa menjadi sangat padat dan menciptakan ketimpangan dengan pulau-pulau di luar Jawa.

"Apabila kita membiarkan hal ini berlanjut tanpa ada upaya yang serius, maka ketimpangan akan semakin parah. Untuk itu, rencana pemindahan ibu kota ke Pulau Kalimantan diletakkan dalam konteks ini, sehingga
akan mendorong pertumbuhan ekonomi baru, sekaligus memacu pemerataan dan keadilan ekonomi di luar Jawa," tutur Jokowi dalam pidato RAPBN dan Nota Keuangan 2020 di Gedung DPR, Jumat (16/8/2019).


Jokowi menegaskan Ibu kota baru dirancang bukan hanya sebagai simbol identitas, tetapi representasi kemajuan bangsa, dengan mengusung konsep modern, smart, and green city, memakai energi baru dan terbarukan, tidak bergantung kepada energi fosil.

Selain itu, Jokowi menambahkan, dukungan pendanaan bagi pemindahan ibu kota akan sekecil mungkin menggunakan APBN. Kita dorong partisipasi swasta, BUMN, maupun skema Kerja sama Pemerintah Badan Usaha (KPBU).



Simak Video "Dear Pemerintah, Waspadai Isu Lingkungan yang Bisa Muncul di Ibu Kota Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com