Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 27 Agu 2019 11:37 WIB

Dahlan Iskan Sebut Ada Lahan Prabowo di Ibu Kota Baru

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Zaki Alfarabi/Infografis Foto: Zaki Alfarabi/Infografis
Jakarta - Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan bercerita mengenai lokasi ibu kota baru dalam laman pribadinya di disway.id. Dalam laman pribadinya, Dahlan mengaku paham lokasi yang baru saja diumumkan Presiden Joko Widodo (Jokowi), yakni Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara di Kalimantan Timur.

Seperti dikutip detikFinance, Selasa (27/8/2019), mulanya Dahlan bercerita, di Kalimantan Timur ada kota besar bernama Balikpapan. Kota ini juga disebut kota minyak seperti halnya di Dumai, Riau.

Lalu, Dahlan bilang, terpenting di Balikapapan ada teluk yang panjang bernama Teluk Balikpapan. Sebutnya, lokasi ibu kota berada di sisi kiri mulut teluk, sementara Balikapapan berada di sisi kanan teluk.

"Teluk itu sangat panjang. Menjorok masuk ke dalam daratan Kalimantan. Kota Balikpapan berlokasi di mulut kanan Teluk itu. Lokasi ibu kota baru nanti di kiri Teluk tersebut," kata Dahlan.

Lalu, dia menjelaskan, sisi kiri teluk sebagian masuk wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian masuk Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Dari ibu kota baru itu nanti orang bisa memandang gemerlapannya Kota Balikpapan. Yang konturnya berbukit-bukit. Lampu di atas bukit-bukit itu pun akan terlihat indah. Bercampur dengan lampu di pinggir pantai. Yang pantulan cahayanya berkilauan di atas air laut," ujar Dahlan.

"Itu kalau ibu kotanya dibangun di dekat pantai," tambahnya.



Lalu, Dahlan menuturkan kawasan tersebut ketika masih hutan pernah disebut kawasan emas hijau. Sebab, kayunya diekspor dan menghasilkan dolar. Ekspornya melewati teluk tersebut.

Hak penebangan hutan itu diberikan ke perusahaan asing dari Amerika Serikat (AS) yakni International Timber Corporation Indonesia (ITCI). Perusahaan yang berkantor pusat Oregon ini banyak dikenal orang Kalimantan Timur di tahun 1970-an.

"Sebut saja nama ITCI. Di tahun 1970-an. Semua orang Kaltim tahu. Dekade itu saya hidup di Kaltim. Menjadi aktivis mahasiswa di sana. Juga memulai karir wartawan dari sana," kata Dahlan.

"Tentu sudah tidak ada lagi hutan itu di sana. Juga tidak ada lagi ITCI. Pemilik perusahaan itu sudah bukan orang Amerika lagi. Sudah berganti orang Indonesia. Namanya Prabowo Subianto," tambahnya.

Lebih lanjut, Dahlan bilang, lokasi ibu kota yang baru saja diumumkan persis di bekas hak pengusahaan hutan ITCI.

"Kini sudah jelas. Lokasi yang disebutkan Bapak Presiden meliputi dua kabupaten: Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara. Berarti lokasi itu tepat di lengkung terdalam teluk tersebut. Persis di bekas Hak Pengusahaan Hutan ITCI," terangnya.

Dengan begitu, menurut Dahlan, tanah bukan persoalan untuk ibu kota baru karena bisa menggunakan lahan ITCI. Pemerintah juga tak perlu membangun bandara karena sudah tersedia di sana.

"Lokasi ini letaknya juga hanya sekitar 40 km dari Bukit Soeharto yang pernah disebut-sebut sebagai lokasi ibu kota. Berarti tidak akan ada persoalan tanah. Cukup menggunakan tanah ITCI itu --berapa ribu hektar pun," papar Dahlan.



Simak Video "Meninjau Ibu Kota Baru Berbasis Smart City dan Eco Friendly"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com