Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 10 Sep 2019 18:53 WIB

Pak Jokowi, Papua Lebih Butuh Sekolah Ketimbang Istana

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: (Andhika Prasetia/detikcom). Foto: (Andhika Prasetia/detikcom).
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang ini memenuhi permintaan tokoh-tokoh Papua soal pembangunan Istana Presiden di tanah Papua. Jokowi menyatakan Istana Presiden di tanah Papua mulai dibangun tahun depan.

Menanggapi hal tersebut, ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto mengatakan, sarana yang paling penting dibangun di tanah Papua adalah sarana pendidikan dan kesehatan.

"Kalau menurut saya yang paling penting di Papua ya sarana dasar, kesehatan dan pendidikan," kata Eko ketika dihubungi detikcom, Selasa, (10/9/2019).


Menurut Eko, sarana pendidikan dan kesehatan dapat menunjang pemberdayaan masyarakat Papua. Sehingga, masyarakat Papua memiliki bekal utuh dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya.

"SDM itu kan luas, satu lagi juga upaya peningkatan kesejahteraan. Jadi bagaimana membangun aspek-aspek pemberdayaan di sana terutama ekonomi. Ini kan problemnya kan Papua sekarang menjadi provinsi yang kemiskinannya tinggi. Sehingga dia butuh solusi secara ekonomi. Terkait dengan pemberdayaan, misalnya bagaimana membuat value sebuah produk, bagaimana berekonomi," terang Eko.

Ia menuturkan, dengan keterbatasan masyarakat Papua maka pemerintah harus memprioritaskan aspek kemanusiaan ketimbang ifnrastruktur. Apabila aspek kemanusiaan sudah dipenuhi, menurutnya masyarakat Papua dapat berkontribusi lebih besar dalam pembangunan daerahnya.

"Kalau kemudian pilihannya keterbatasan maka skala prioritas lebih kepada aspek kemanusiaannya dulu, bukan pada infrastrukturnya. Karena kalau dia katakanlah tetap disupport dari segi kebutuhan peningkatan skill, pendidikan, dan kesehatan mereka maka secara intensif mereka akan berusaha bagaimana membenahi daerahnya, infrastruktur dan lain-lain," papar dia.

Namun, ia menjelaskan bahwa pembangunan sarana pendidikan dan kesehatan di Papua pun harus disesuaikan dengan kebudayaan dan kebutuhan masyarakat di Papua. Misalnya, dari sarana kesehatan, apakah yang dibutuhkan puskesmas atau tenaga medis yang dapat menjangkau masyarakat pedalaman.

"Misal puskesmas kalau terlalu jauh dijangkau mungkin bisa bidan atau tenaga paramedis yang bisa melayani ke kampung-kampung yang ada di sana. Konteks-konteks budaya masuk di situ, itu sangatlah penting," jelas Eko.


Untuk itu, menurutnya, pembangunan Istana Presiden di Papua dinilainya bukan suatu hal yang mendesak atau belum memiliki urgensi.

"Saya rasa belum ada urgensinya membangun istana di Papua," pungkas dia.

Simak Video "Latar Belakang Pemuda Papua yang Sambangi KSP: Mahasiswa hingga Pilot"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com