Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 18 Sep 2019 18:13 WIB

Kuasai Lahan Luas di Ibu Kota Baru, Sukanto Tanoto Berharta Rp 19,7 T

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Dok. Forbes Foto: Dok. Forbes
Jakarta - Nama Sukanto Tanoto tiba-tiba mencuat karena ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia MS Hidayat menyebut lahan ibu Kota Baru yang dikuasai Tanoto.

Siapa sebenarnya Sukanto Tanoto?

Mengutip laman resmi tanotofoundation.org, Sukanto merupakan pendiri Chairman RGE International yang merupakan grup perusahaan manufaktur berbasis sumber daya alam yang berkantor di Singapura, Hong Kong, Jakarta, Beijing dan Nanjing.

Mengutip Forbes, dia merupakan salah satu orang terkaya di dunia dan di Indonesia. Hingga saat ini kekayaan Sukanto tercatat US$ 1,4 miliar atau setara dengan Rp 19,7 triliun (kurs Rp 14.100).


Sukanto memulai usaha pertamanya sebagai pemasok suku cadang industri minyak dan konstruksi.

Kemudian dia menapaki bisnis sebagai kontraktor dan supplier suku cadang pada 1967. Bisnis Tanoto mulai dari APRIL (Asia Pacific Resource International Holding Ltd dan Asia Symbol), kelapa sawit di perusahaan Asian Agri dan Apical, rayon dan pulp khusus Sateri Internasional serta Pacific Oil & Gas.

RGE merupakan grup global dengan total aset lebih dari US$ 20 miliar dan memiliki 60 ribu orang pegawai. Perusahaan ini beroperasi di Indonesia, China dan Brasil.

Dia meyakini, sebuah bisnis hanya berhasil jika perusahaan punya tanggung jawab dan dioperasikan dengan cara yang baik untuk masyarakat, baik untuk negara, baik untuk iklim, baik untuk pelanggan, dan baik untuk perusahaan.

Sukanto mengatakan bahwa tiap unit bisnisnya menjalankan pengelolaan lingkungan dan kegiatan sosial yang bertanggung jawab dengan menganut dan mengintegrasikan konsep Corporate Social Responsibility (CSR) dalam kegiatan bisnisnya.


Program-program CSR termasuk pelatihan sistem pertanian terpadu yang telah mendukung ribuan penduduk desa menjadi petani mandiri. Kegiatan pengembangan masyarakat lainnya termasuk program usaha kecil dan menengah untuk membangun bisnis, pelatihan kejuruan, hutan tanaman rakyat, dan dukungan infrastruktur sosial.

Dibekali dengan rasa keingintahuan intelektual yang kuat dan kepercayaan yang teguh terhadap pembelajaran terus-menerus, Sukanto Tanoto tidak hanya meneruskan pendidikannya sendiri di sekolah bisnis terkemuka, seperti INSEAD, Harvard, dan Wharton, tetapi juga berkomitmen untuk membantu pendidikan, khususnya bagi masyarakat pedesaan.

Tak hanya bisnis, dia dan keluarganya juga memulai kegiatan filantropi melalui Tanoto Fondation yang bertujuan untuk menanggulangi kemiskinan dan memajukan masyarakat.

Bekerja dalam berbagai bidang termasuk bidang pendidikan, kesehatan dan bantuan bencana, Tanoto Foundation menyediakan beasiswa kepada siswa dan guru, membangun sekolah, juga membagikan peralatan sekolah dan buku pelajaran. Tanoto Foundation juga menyediakan layanan kesehatan di daerah pedesaan dan bantuan cepat tanggap saat terjadi gempa bumi dan bencana alam lainnya.

Sukanto Tanoto juga menjadi anggota dari Dewan Internasional INSEAD, Dewan Pengawas Wharton, Dewan Eksekutif Wharton untuk Asia, serta berbagai lembaga pendidikan, kemasyarakatan dan industri lainnya.

Beliau adalah penerima Wharton School Dean's Medal Award yang merupakan penghargaan bagi orang-orang yang memberikan kontribusi untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan hidup di dunia. Penerima penghargaan ini termasuk kepala negara, pemenang hadiah Nobel, maupun pemimpin dan CEO berbagai perusahaan.

Simak Video "Meninjau Ibu Kota Baru Berbasis Smart City dan Eco Friendly"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com