Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 08 Okt 2019 17:10 WIB

Ibu Kota RI Pindah, Rhenald Kasali: Harus Siap Hadapi Caci Maki

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Rencana pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dari Jakarta ke Kalimantan Timur masih jadi wacana. Hingga saat ini, pemerintah masih terus menggodok rencana tersebut dengan sejumlah kajian-kajian lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Guru Besar bidang Ilmu manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Rhenald Kasali mengatakan bahwa wacana tersebut tak perlu lagi berbagai macam kajian atau planning. Namun, harus dilanjutkan ke tahap implementasi.

"Ide itu penting, yes agree. Road map penting, yes agree. Tetapi kita harus siap masuk ke tahap berikutnya yaitu implementasi. Dan ketika masuk ke tahap implementasi kita harus siap menghadapi caci maki," kata Rhenald dalam launching buku Leadership in Practice: Apa Kata Asmawi Syam, di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Selasa (8/10/2019).

Rhenald mengatakan, wacana pemindahan ibu kota ini sudah ia dengar sejak dulu. Sehingga, tak butuh lagi wacana, namun implementasinya.

"Jadi saya tertawa mendengar ibu kota akan dipindahkan, saya 4-5 tahun lalu sudah mendengar itu. Bahkan dari zaman Pak Andrinof," ujar dia.



Namun, Rhenald mengatakan, dalam mengimplementasi sebuah rencana besar seperti memindahkan ibu kota pun di Indonesia masih banyak tantangan. Pasalnya, kata dia, seorang yang membuahkan ide baik atau buruk tak akan dipenjara, namun seseorang yang mengimplementasi sebuah rencana dengan baik atau pun buruk bisa masuk jeruji besi.

"Kalau di sini, implementasi Anda bagus, Anda bisa ditangkap BPK, KPK, dan lain-lain. Karena dalam implementasi itu ada yang digusur, ada yang tak sesuai inventarisasinya dan segala macam. Maka dari itu ancaman bagi seorang pelaksana itu tidak mudah," ucapnya.

Bahkan, dalam sambutannya tersebut, Rhenald berpesan kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Memang dalam peluncuran buku sore ini, turut hadir Ketua BPK RI Moermahadi Soerja Djanegara.

"Maka saya berpesan kepada BPK, kalau ada yang tidak sesuai sedikit ya tak apalah," ungkapnya.



Simak Video "Meninjau Ibu Kota Baru Berbasis Smart City dan Eco Friendly"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com