Terjerat Utang Fintech, Warga DKI Sulit Beli Rumah DP Rp 0

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 13 Des 2019 07:21 WIB
Foto: Trio Hamdani
Jakarta - Kepala UPT Rumah Dp Rp 0 Dzikran Kurniawan menyebut banyak warga Jakarta yang ditolak dalam proses pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) rumah DP Rp 0 Klapa Village di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Penyebabnya terjerat utang online alias fintech.

Dalam konteks berbeda Dzikran juga menjelaskan saat ini baru puluhan unit rumah DP Rp 0 di Pondok Kelapa yang terisi dari total 780 unit yang tersedia. Dia mengatakan sisanya masih dalam proses yang bermacam-macam.

Menurutnya persyaratan pinjaman pada fintech yang sangat mudah tapi bunga cicilannya tinggi membuat masyarakat terjerat kredit macet.

"Untuk hati-hati juga, banyak juga masyarakat yang tertolak karena ada kredit-kredit fintech yang sangat mudah kan syaratnya, mudah sekian detik langsung disetujui Rp 10 juta tapi bunganya cukup besar, terjerat dan kemudian di situ yang jadi kredit macet," kata dia di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (12/12/2019).

Akibat kredit fintech macet itu lah masyarakat jadi tidak lolos untuk mengajukan KPR DP Rp 0. Pasalnya itu menjadi ketentuan Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"(Kredit macet) itu yang kemudian nggak bisa disetujui Bank DKI. Dan itu memang aturan dari BI dan OJK seperti itu," sebutnya.

Dirinya juga menyarankan calon pemohon KPR rumah DP Rp 0 untuk selektif mengelola pengeluaran. Kalau tidak, bisa-bisa mereka nanti gagal mendapatkan rumah DP Rp 0. Apalagi saat ini mulai dibangun rumah DP Rp 0 Nuansa Cilangkap, Jakarta Timur.

"Masalahnya adalah prioritas. Mereka yang punya sisa uang Rp 3 juta sudah cicil motor duluan. Nah kalau sudah cicil motor Rp 1,5 juta kan sisanya tinggal Rp 1,5 juta. Mau ambil rumah kan susah gitu," tambahnya.

Rumah DP Rp 0 jilid I baru terisi 10%, selengkapnya di halaman berikutnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Utang Luar Negeri Indonesia Tumbuh 4,1% Jadi Rp 6.104 T"
[Gambas:Video 20detik]