OYO dan RedDoorz Diajak Kelola Aset Negara Rp 6.000 T

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 19 Des 2019 07:37 WIB
OYO dan RedDoorz Diajak Kelola Aset Negara Rp 6.000 T. Foto: Yulida Medistiara/detikcom
Jakarta - Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan membuka lebar kepada pengusaha untuk terlibat mengelola aset atau barang milik negara (BMN) yang nilainya sekitar Rp 6.000 triliun.

Pemerintah hingga saat ini menugaskan Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) untuk mengelola seluruh BMN baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Salah satu yang sedang didekati pemerintah adalah pengelolaan apartemen bersama perusahaan jaringan hotel berbasis internet seperti OYO dan RedDoorz.

Dirjen Kekayaan Negara, Isa Rachmatarwata mengatakan kedua perusahaan tersebut sedang melakukan penjajakan untuk mengelola apartemen negara.

"LMAN misalnya, sudah menggunakan internet based marketplace untuk menawarkan apartemen. Kemudian ada pengelola properti OYO, RedDoorz itu sedang dijajaki oleh LMAN untuk mengoptimalisasi," kata Isa di gedung Dhanapala Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (18/12/2019).

Penjajakan tersebut, dikatakan Isa sebagai bentuk pemerintah ingin melibatkan sektor pengusaha dalam mengelola barang milik negara (BMN) atau aset negara yang nilainya mencapai Rp 6.000 triliun.


"Kita harus mencari cara untuk bisa mengakselerasi pemanfaatan aset itu. Sekarang banyak aset yang tidak diketahui oleh pelaku usaha, ini kita sedang pikirkan, menggunakan teknologi untuk menginformasikan ke pelaku usaha mana aset yang bisa dilakukan kerja sama," ujarnya.

Wah, bisa jadi ladang baru untuk dunia usaha dong?
Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Sempat Anjlok, Tren 'Long Stay' Bikin OYO Bangkit di New Normal"
[Gambas:Video 20detik]