Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 19 Des 2019 18:23 WIB

Catat! Nih Tips Terhindar dari Pengembang Bodong

Anisa - detikFinance
Foto: Ari Saputra/Catat! Nih Tips Terhindar dari Pengembang Bodong
Jakarta - Belum lama ini, terungkap penipuan perumahan syariah fiktif atau pengembang bodong dengan korban 3.680 orang. Perumahan yang ditawarkan, termasuk Perumahan Amanah City di kawasan Maja, Lebak, Banten.

Ini adalah satu dari banyak kasus yang menimpa masyarakat yang ingin punya rumah. Kasus pengembang bodong kerap terjadi.

Menanggapi itu, Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur PUPR Eko Heripoerwanto mengatakan, masyarakat diminta untuk hati-hati dengan berbagai tawaran yang diberikan oleh pengembang. Walaupun harganya miring, jika tidak masuk akal dapat dipastikan pengembang tersebut bodong.


"Kalau perkara apakah itu rumah, kebun, investasi, itu di Indonesia memang banyak yang bodong. Maka kemudian satu-satunya cara masyarakat harus hati-hati. Jadi kalau ada temannya yang kira-kira bisa mendapatkan rumah dengan cicilan yang nggak masuk akal itu pasti nggak benar," katanya di Kementerian PUPR, Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Eko menjelaskan, jika ingin aman carilah pengembang yang menawarkan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan bekerja sama dengan bank. Hal itu dikarenakan bank bisa membantu mengecek kebenarannya.

"Kalau melalui bank kita ikut cek bahwa itu dokumennya benar dan seterusnya. Jadi itu yang kita sarankan," katanya.



Selain itu, Eko bilang, developer bodong dapat diketahui melalui skema pendanaannya. Jika skema pendanaan tidak sesuai bank, maka developer tersebut patut dicurigai.

"Skemanya tidak mengikuti skema bank (developer bodong). Kita pertanyaannya adalah apakah developer itu cukup kuat fundingnya untuk lakukan itu. Hampir semua developer kerja sama dengan bank," sebutnya.

Simak Video "Pengembangbiakan Anggrek, Kalimantan"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com