Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 20 Des 2019 11:34 WIB

Jangan Tertipu, Ini Cara Bedakan Pengembang Asli dan Bodong

Anisa Indraini - detikFinance
Foto: Muhammad Ridho. Cara Bedakan Pengembang Asli dan Bodong
Jakarta - Kembali muncul kasus penipuan perumahan syariah fiktif atau pengembang bodong dengan korban 3.680 orang. Perumahan yang ditawarkan adalah perumahan Amanah City di kawasan Maja, Lebak, Banten.

Meski sudah berkali-kali diberantas, pengembang bodong atau penipuan terus muncul. Metode yang digunakan pun berubah-ubah. Meski begitu, sebenarnya pengembang bodong dapat dikenali.

CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan, ada beberapa cara untuk mengenali pengembang itu bodong atau tidak. Pertama, alangkah baiknya mencari pengembang yang berasal dari Perseroan Terbatas (PT), bukan perseorangan.

"Lebih bagus kalau PT lebih aman," kata Ali saat dihubungi detikcom, Jumat (20/12/2019).


Kedua, tanyakan soal legalitas tanah kepada pengembang. Ali mengatakan, kasus pengembang bodong biasanya terjadi karena tanah masih milik perseorangan.

"Ini tanahnya sudah murni milik PT belum? (Kalau belum) ada risiko karena bisa saja kabur atau apa dan tidak bisa dipertanggungjawabkan," sebutnya.

Ketiga, pengembang asli biasanya sudah memiliki izin mendirikan bangunan (IMB) hingga rencana lokasi rumah. Jika belum, maka rumah yang mau Anda beli kemungkinan belum mendapat izin dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat.

"Nah kalau itu semua belum ada kemudian disertai dengan pengembang-pengembang pemula, wah bahaya," ujar dia.


Hal yang sama juga diungkapkan oleh Direktur Riset Savills Indonesia Anton Sitorus. Menurutnya, sebelum berhubungan dengan pengembang lebih jauh alangkah baiknya mengecek latar belakang mereka, salah satunya melalui internet.

"Kan bukan mau beli kerupuk yang harganya Rp 200, kalau itu sih tutup mata juga bisa. Ini kan yang dibeli adalah barang yang harganya mahal, jadi harus pakai logika, akal sehat dan ketelitian, itu saja," sebut Anton.

Simak Video "Pengembangbiakan Anggrek, Kalimantan"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com