Soal Program Rumah 2020 yang Perlu Kamu Tahu

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 27 Des 2019 06:27 WIB
Soal Program Rumah Rumah 2020 yang Perlu Kamu Tahu. Ilustrasi Foto: Kementerian PUPR
Jakarta - Pemerintah menyiapkan program subsidi kredit pemilikan rumah (KPR) untuk 2020 mendatang, mulai dari fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), subsidi bantuan uang muka perumahan (SBUM), dan bantuan pembiayaan perumahan berbasis tabungan (BP2BT).

Ada sedikit perubahan, di mana pemerintah akan menyetop bantuan subsidi selisih bunga (SSB) di tahun depan. Namun tetap ada anggaran yang dialokasikan bagi mereka yang hingga 2019 ini telah menerima bantuan SSB.

Pada 2020 mendatang, pemerintah mengalokasikan anggaran FLPP Rp 11 triliun untuk memfasilitasi 102.500 unit rumah, SSB Rp 3,8 miliar yang akan digunakan untuk pembayaran akad tahun-tahun sebelumnya, SBUM Rp 600 miliar untuk memfasilitasi 150.000 unit rumah, serta BP2BT Rp 13,4 miliar untuk memfasilitasi 312 unit rumah.

detikcom merangkum fakta-fakta terkait pelaksanaan program subsidi KPR rumah murah yang akan diimplementasikan pada 2020. Berikut informasi selengkapnya.

Tenor Mau Dipangkas

Kementerian PUPR saat ini memberlakukan program subsidi KPR dengan tenor hingga 20 tahun. Namun kementerian sedang mengkaji ulang jangka waktu cicilan tersebut.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Eko D Heripoerwanto menjelaskan bahwa pihaknya sedang meninjau kembali tenor KPR subsidi. Pihaknya mencari ruang untuk memperpendek masa tenor tersebut.

"Kita semua sekarang lagi membahas, apa tidak sebaiknya, tanda petik, fasilitas pemerintah ini berada di rentang itu di bawah 20 tahun, tidak seperti sekarang ini semuanya serba 20 tahun subsidinya," kata dia di Kementerian PUPR, Jakarta Selatan, Kamis (26/12/2019).

Hal itu berkaca dari realisasi bantuan pembiayaan perumahan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), subsidi selisih bunga (SSB), dan subsidi bantuan uang muka (SBUM) selama lima tahun terakhir sejak 2015 hingga 2019.

Dari data yang dimiliki, rata-rata tenor yang diambil di bawah 20 tahun, yaitu 10 tahun ke bawah 114.060 unit, 10-15 tahun 426.524 unit, 15-20 tahun 368.132 unit, di atas 20 tahun 4 unit.

"Yang tenor ternyata yang ambil 20 tahun itu hanya 4 unit, yang lainnya berkumpul di 10-20 tahun," tambahnya.

Katanya syaratnya juga mau dilonggarkan, jadi seperti apa?
Selanjutnya
Halaman
1 2 3