Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 16 Jan 2020 18:28 WIB

Soal Kabar Refund Besar-besaran, Ini Respons Meikarta

Danang Sugianto - detikFinance
Meikarta/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Tahun lalu beredar di media sosial adanya video para pembeli Meikarta yang meminta uangnya dikembalikan (refund). Isu itu juga diperkuat dengan catatan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) sepanjang 2019 bahwa banyak pembeli Meikarta yang meminta refund.

Chief Marketing Officer PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) alias Meikarta, Lilies Surjono mengakui adanya pembeli yang melakukan refund. Namun dia membantah refund terjadi dalam jumlah yang besar.

"Refund ada tapi nggak banyak kok. Memang kan dangan adanya kabar heboh, mereka pikir wah ini harus refund. Tapi pas dia datang ke lokasi nggak jadi refund," ujarnya di Lippo Mall Kemang, Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Senada Advisor Lippo Cikatang, Henry Riady mengatakan jika dibandingkan dengan jumlah unit Meikarta yang terjual, pembeli yang melakukan refund sangat sedikit.


"Ini kan secara unit juga besar ya. Kalau membicarakan jumlah relatif. Contoh alau punya 10 teman dan 10 temannya komplain ya itu artinya ada masalah. Tapi kalau ada 100 ribu customer yang komplain hanya seribu itu kecil. Jadi secara project sangat besar. Kalau ada komplain ya pasti ada yang komplain. Kalau tdk ada yang komplain justru pasti ada sesuatu," tambahnya.

Lagi pula, tambah Henry, kebanyakan dari pembeli Meikarta yang melakukan refund lantaran memiliki permasalahan keuangan. Hanya beberapa yang melakukan refund lantaran isu-isu yang terjadi. Itu pun ketika melihat progres pembangunan mereka tak jadi melakukan refund.

"Makanya kami selalu bilang ayo datang saja ke lokasi, lihat sendiri. Nggak ada yang kami sembunyikan. Customer ini memang perlu informasi," tambahnya.

Manajemen menjelaskan saat ini progres pembangunan distrik 1 sudah hampir selesai. Dari 28 tower yang ada, 22 tower sudah dilakukan topping off. Ditargetkan bulan depan 28 tower tersebut selesai seluruhnya.

Pengaduan konsumen

Sebelumnya diberitakan, sepanjang 2019 YLKI menerima 81 aduan properti, paling banyak soal Meikarta. Dari 81 laporan yang masuk ke YLKI terkait permasalahan properti, 7,4% atau sebanyak 6 aduan di antaranya merupakan pengaduan konsumen terkait Meikarta.

Staf Pengaduan YLKI Rio Priyambodo mengatakan aduan terkait megaproyek Meikarta ini paling banyak ialah soal mangkraknya pembangunan unit dari target yang dijanjikan.

"Persoalannya (aduan) sebenarnya sama dengan tahun sebelumnya (2018) yaitu soal mangkrak," ujar Rio di Kantor YLKI, Jakarta, Selasa (14/1/2020).


Selanjutnya, hal tersebut kemudian berimbas pada ketidakpastian serah terima unit dan sulitnya pengembalian dana kepada konsumen.

"Ketika mangkrak sistem refund-nya juga susah, refund-nya dipersulit, ada juga yang sudah dikembalikan tapi pemotongan refundnya besar sekali karena masalah tersebut dan memang itu yang banyak diadukan oleh konsumen YLKI," sambungnya.

Soal Kabar Refund Besar-besaran, Ini Respons Meikarta


Simak Video "Ditahan KPK, Eks Presdir Lippo Cikarang: Saya Difitnah!"
[Gambas:Video 20detik]
(das/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com