Ini Lokasi Gedung Perkantoran yang Paling Banyak Diburu di Jakarta

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 22 Jan 2020 17:07 WIB
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Lembaga konsultan properti Savills Indonesia mencatat sepanjang 2019, gedung perkantoran di area Central Business District (CBD) Jakarta masih banyak yang kosong. Bahkan, tren ini diprediksi bakal terus berlanjut hingga pertengahan 2021 mendatang.

Di mana, puncaknya yaitu pada 2020 ini, peningkatan kekosongannya bakal mencapai 25% dari total pasokan ruang kantor yang ada.

Akan tetapi, tak semua lokasi mengalami kekosongan. Menurut lembaga tersebut, dari seluruh areal CBD Jakarta, Sudirman dan Kuningan rupanya jauh dari fenomena sepi penyewa.

Kedua area itu bahkan diprediksi bakal mendominasi keterisian perkantoran di seluruh wilayah CBD Jakarta hingga 76%.

"Sudirman dan Kuningan ini bakal laku terus, karena areanya yang strategis ya," ujar Kepala Departemen Riset dan Konsultasi Savills Indonesia, Anton Sitorus dalam jumpa pers di Panin Tower, Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Anton menambahkan bahwa tenant potensial yang bakal banyak menyerbu kedua area tersebut adalah berasal dari start-up dan operator coworking space.

"Start up teknologi dan operator coworking space itu cenderung mencari lokasi-lokasi bergengsi seperti di Sudirman dan Kuningan itu, jadi yang potensial ya mereka-mereka itu," imbuhnya.

Pasokan ruang kantor di kedua area tersebut pun diprediksi bakal terus meningkat serta mendominasi dari seluruh tambahan ruang kantor mendatang.

Hingga, 2023, total tambahan pasokan ruang kantor di seluruh CBD Jakarta bakal meningkat hingga 1,2 juta m2.

Saat ini, jumlah pasokan ruang kantor di area tersebut sudah mencapai 6,6 juta m2 dengan total penyerapan sebanyak 152.000 m2.

Sedangkan, dari segi harga sewa, diprediksi trennya juga bakal senantiasa turun demi memaksimalkan penyerapan ruang kantor tadi.

Harga sewa semua jenis tingkatan kantor di area CBD Jakarta sepanjang 2019 lalu senantiasa stabil di angka Rp 202.000 per m2.

Hanya kantor jenis grade premium yang sudah mengalami penurunan harga sebesar 2,2% dibanding tahun sebelumnya.

"Ini trennya bakal turun lagi, dari pada ruangnya kosong," pungkasnya.



Simak Video "Divaksin Corona Saat Puasa Mempengaruhi Kondisi Tubuh?"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)