Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 14 Feb 2020 16:34 WIB

RI Pindah Ibu Kota, Swasta Incar Sewa Kantor Nadiem

Vadhia Lidyana - detikFinance
Pembangunan gedung bertingkat di Jakarta tak pernah henti. Namun hal itu berbanding terbalik dengan keberadaan ruang terbuka hijau yang minim di ibu kota. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah menggarap proses pemindahan Ibu Kota Negara (IKN). Bahkan, Jokowi menargetkan pada tahun 2024 semua kementerian/lembaga di pemerintah pusat pindah ke ibu kota baru di Kalimantan Timur (Kaltim).

Sejak rencana itu dicetuskan, banyak perusahaan swasta yang mulai menanyakan status gedung-gedung pemerintahan pusat di Jakarta, apakah itu nanti akan disewakan. Direktur Barang Milik Negara (BMN) Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Encep Sudarwan mengungkapkan, aset negara yang paling diincar terutama gedung DPR RI, dan gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Bahkan, perusahaan-perusahaan itu sudah memiliki rencana untuk menyatukan kantor Mendikbud Nadiem Makarim itu dengan pusat perbelanjaan FX Sudirman jika disewakan.

"Misalnya gedung DPR luas, ada yang mengatakan itu menarik. Kemendikbud kan di samping FX. Kalau disatukan FX kan hebat. Ini contoh, ada yang bilang," kata Encep dalam acara Bincang Bareng DJKN, di kantornya, Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Selain itu, ada perusahaan swasta yang tertarik dengan gedung Kementerian ATR/BPN yang dekat dengan stasiun MRT ASEAN.

"Atau gedung ATR/BPN dia kan bangun nanti jadi tersambung TOD (Transit Oriented Development) dengan MRT sudah ada rencana itu. Tapi masih pengkajian. Banyak yang mempertanyakan kepastian pindah," papar Encep.

Namun, skema tersebut belum dibicarakan lebih lanjut. Encep menuturkan, dengan pindahnya IKN ini pemerintah akan tetap menghidupkan kota Jakarta.

"Bagaimana aset-aset yang di Jakarta, kami sedang memetakan, informasi saja di Jakarta ini ada Rp 1.400 triliun asetnya. Itu kita sudah petakan mana saja yang mungkin kita bisa manfaatkan. Jadi kita ingin JJakarta hidup juga. Bukan hanya masterplan di IKN, tapi juga di Jakarta. Jadi kita ingin mempertahankan aset-aset yang di Jakarta. Apakah itu masih dipakai atau kita bisa kerja sama dengan swasta. Kalau dari awal pembiayaan ibu kota memang dengan aset-aset di Jakarta. Jadi kita manfaatkan misalnya konsesi 30 tahun atau berapa puluh tahun," jelas dia.

Bahkan, untuk menghidupkan Jakarta ini, muncul sebuah ide membangun kawasan wisata internasional seperti Disneyland, Lego Land, dan Universal Studios.

"Ada ide misalnya Jakarta ada international brand soal wisata. Universal, Disneyland, Lego Land kan belum ada. Ada yang menyarankan di Jakarta, mungkin di bagian Timur atau di mana ada kawasan wisata itu. Kita sedang mengumpulkan ide-ide itu, ada banyak sekali," pungkas Encep.



Simak Video "Korea Selatan Berminat Bantu Pembangunan Ibu Kota Baru"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com