Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 18 Feb 2020 14:50 WIB

Subsidi Berkurang, BTN Kesulitan Jual Rumah Murah

Soraya Novika - detikFinance
Deretan rumah subsidi di Kampung Geulis, Kecamatan Cimanggung, Sumedang, Jabar. Pemerintah menambah anggaran program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan. Foto: Muhamad Rizal
Jakarta -

Direktur Utama Bank Tabungan Negara atau BTN Pahala Nugraha Mansyuri memaparkan tantangan pembangunan program 1 juta rumah. Salah satunya terkait pendanaan terhadap program pemerintah tersebut.

Untuk diketahui, program 1 juta rumah Bank BTN terbagi atas dua segmen Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yakni segmen subsidi dan non subsidi. Menurut Pahala, KPR subsidi adalah yang paling berat pendanaannya sebab dari total ketersediaan 271.727 unit KPR subsidi, anggaran yang diterima BTN untuk membangun seluruh unit tersebut baru mencapai 158.857 unit rumah.

"Tentunya saat ini dengan keterbatasan yang dimiliki pemerintah dalam pemberian dukungan fiskal untuk memberikan subsidi kepada kepemilikan rumah, kita lihat memang total jumlah anggaran KPR subsidi yang tersedia di 2020 ini adalah sebesar 158.857 unit yang artinya terdapat gap sekitar 112.000 unit rumah," ujar Pahala dalam Rapat Dengar Pendapat (RPD) dengan Komisi XI DPR RI, Jakarta, Selasa (18/2/2020).

Selain itu, permasalahan ketersediaan lahan juga turut mengambil peran penghambat. Lantaran, tanah-tanah kian terbatas sebab lahan yang masih tergolong murah berada di pinggiran kota atau jauh dari aktifitas ekonomi.

"Dan juga saat ini kalau kita lihat belum ada regulasi pemerintah yang secara khusus mengatur mengenai bagaimana harga tanah rumah sederhana itu bisa dipastikan bisa tersedia bagi para pengembang sehingga bisa mendukung adanya suplai bagi ketersediaan rumah sederhana atau rumah bersubsidi bagi masyarakat," paparnya.

Ditambah masalah perizinan yang berbelit turut menambah tantangan dari realisasi program 1 juta rumah tersebut.

"Dari sisi perizinan juga kami melihat bahwa proses pengurusan pemecahan sertifikat masih membutuhkan waktu yang relatif lama dengan biaya yang mungkin masih relatif mahal juga masih menjadi kendala bagi ketersediaan dan juga menjadi kendala bagi bank untuk melakukan pembiayaan baik itu kepada para developers dalam hal membangun rumah yang bersubsidi ataupun dalam hal melakukan pembiayaan kepada an user langsung dalam bentuk KPR," ungkapnya.



Simak Video "Detik-detik Pesta Sabu di Pinrang Digerebek Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com