Gara-gara Masalah Ini Masyarakat Susah Beli Rumah

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 26 Feb 2020 13:57 WIB
Perum Perumnas
Foto: Perum Perumnas (Soraya Novika/detikcom)
Jakarta -

Perum Perumahan Nasional (Perumnas) mengeluh sebab banyaknya masyarakat menarik diri saat hendak memesan rumah di pengembang pelat merah tersebut.

Hal ini terjadi karena mayoritas calon pembeli tersebut tersandung proses BI Checking. Untuk diketahui, BI Checking adalah Informasi Debitur Individual (IDI) Historis yang mencatat lancar atau macetnya pembayaran kredit (kolektibilitas) seseorang.

"Tantangan nya adalah yang berat adalah yang tadi terutama yang BI Checking di mana 46% yang pesan ke kami itu gagal. Lha, padahal rumahnya sudah dibikin. Gagal karena terkena syarat-syarat dari Bank Indonesia tadi itu, mungkin dia punya kredit tempat lain, mungkin kartu kredit, motor, dan lain-lain," ujar Direktur Utama Perum Perumnas Bambang Triwibowo dalam diskusi media bertajuk Strategi Perumnas Mengurangi Backlog Perumahan di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Rabu (26/2/2020).

Menurutnya, proses pemutihan BI Checking itu memberatkan bagi perusahaan pelat merah tersebut dalam menyelesaikan masalah backlog perumahan. Lantaran, memiliki kewajiban untuk menyediakan perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang rata-ratanya sulit lolos proses BI Checking.

Backlog sendiri maksudnya adalah kesenjangan antara jumlah rumah terbangun dengan jumlah rumah yang dibutuhkan rakyat.

"Padahal kita harus jual yang begitu kalau tidak jual rumah yang begitu sih tidak apa-apa, tapi kan kewajiban 30% harus menjual rumah-rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah itu," tambahnya.

Hal lain yang dikeluhkan Perumnas ialah terkait minimnya kuota dana Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) untuk membangun rumah bersubsidi yang diberikan kepada Perumnas.

"Kemudian kuota FLPP waktu itu juga minim sekali, malah pernah Agustus sudah habis," sambungnya.

Terakhir, hal lain yang membuat Perumnas kewalahan menangani masalah backlog perumahan adalah karena rumitnya proses perizinan dan minimnya modal.

"Kemudian proses perizinan memang lama, bener lama, kami tidak menyalahkan yang ngasih izin tapi memang lama juga modal kami pas-pasan," tutupnya.

Gara-gara Masalah Ini Masyarakat Susah Beli Rumah


Simak Video "Rumah Hobbit dan Rumah Kerucut di Seribu Batu Songgo Langit"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)