Perusahaan Investasi Global Lirik Pendanaan Ibu Kota Baru RI

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 28 Feb 2020 19:45 WIB
Penajam yang telah ditetapkan sebagai calon pengganti ibu kota ternyata memiliki jembatan dengan panorama yang indah berikut potretnya dari ketinggian.
Ilustrasi/Foto: Muhammad Rosyid
Jakarta -

Pemerintah membuka peluang bagi perusahaan asing yang ingin berinvestasi di Ibu Kota Negara (IKN) yang baru di Kalimantan Timur. Salah satu yang sudah menunjukkan minatnya adalah BlackRock.

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Dia mengatakan pembangunan IKN yang membutuhkan dana total sekitar Rp 466 triliun terbuka untuk investor.

Nah, salah satu investor yang sudah menunjukkan minatnya adalah perusahaan manajer investasi dengan dana kelolaan terbesar di dunia itu.

"Misalnya ada BlackRock mau masuk, ada mungkin IDFC (Infrastructure Development Finance Company) mau masuk. Semua terbuka. Kita nggak bergantung sama satu orang," katanya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (28/2/2020).

Selain BlackRock dan IDFC, kemungkinan juga ada perusahaan investasi global lainnya yang berminat. Salah satunya berasal dari Abu Dhabi.

Terkait nilainya, Luhut masih enggan mengungkapkannya. Sebab saat ini seluruhnya masih dalam tahap pembicaraan.

"Kita bicara angkanya cukup baik, kami juga belum ingin buka karena biar nanti final," tuturnya.

Sementara untuk konsultannya pemerintah sudah menunjuk tiga instansi. Di antaranya McKenzie, Aecom dan Nikken Sekkei.

"McKenzie sudah di-hire Bappenas, sekarang ada Nikken dari Jepang, sudah dipakai oleh Masayoshi Son. Ketiga, kita pakai yang Aecom. Ini konsultan untuk gambar desain. Karena mereka sudah punya pengalaman kota-kota besar. Dengan begitu nanti kota itu betul-betul detail, desainnya dilakukan konsultan internasional," terangnya.

Selain menggunakan jasa konsultan internasional, pemerintah juga mengikutsertakan pemenang sayembara desain IKN yakni Urban+. Tujuannya agar desain IKN nanti ada unsur Indonesia yang tidak hilang.



Simak Video "Usai Masa Reses, RUU Ibu Kota Baru Akan Diserahkan ke DPR"
[Gambas:Video 20detik]
(das/eds)