Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 08 Apr 2020 14:56 WIB

Alasan Masih Ada Hotel Tetap Operasi di Tengah Krisis Corona

Soraya Novika - detikFinance
Dampak Corona ke Ekonomi Foto: Fasilitas Kelonggaran Cicilan (Tim Infografis Fuad Hasim)
Jakarta -

Di tengah gempuran virus Corona (COVID-19), industri hotel menjadi sektor yang paling terpuruk dibanding lini bisnis properti lainnya. Meski demikian, tentu ada saja hotel yang masih beroperasi di saat-saat seperti ini.

Menurut Senior Associate Director Colliers International Ferry Salanto, hal itu wajar. Sebab, bagi sebagian hotel tetap operasional masih lebih baik dibanding tutup sama sekali.

"Setiap hotel punya pertimbangan, tapi ada untungnya juga mereka tetap buka walaupun operasionalnya minimal, daripada tutup sama sekali," ujar Ferry dalam konferensi pers virtual, Rabu (8/4/2020).

Agar tingkat okupansi hotel tetap terisi sepanjang pandemi ini, beberapa hotel yang masih beroperasi biasanya mulai banting harga.

Tidak heran, bila melihat laporan riset Colliers International soal Pasar Properti Jakarta dan Hotel Bali untuk Kuartal I-2020, harga sewa hotel di Jakarta sudah mulai diturunkan dari rata-rata US$ 62 setara Rp 992.000/malam (kurs Rp 16.000/US$) menjadi US$ 60 atau Rp 960.000/malam.

Demikian juga di Bali, dari rata-rata US$ 125 atau setara Rp 2 juta menjadi US$ 90 atau setara Rp 1,44 juta. Penurunan harga sewa hotel bahkan sudah mulai berlaku sejak Februari 2020 lalu, yang mana belum ada laporan kasus Corona di Indonesia.

"Mereka sudah mulai banting-bantingan harga karena memang pilihannya ada dua, tetap beroperasi atau tutup sementara," sambungnya.

Untuk itu, menurut Ferry, bila hotel masih ingin tetap bertahan operasi sepanjang pandemi ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Utamanya soal menekan beberapa biaya operasi hotel.

"Intinya cutting cost demi menekan operating cost ujungnya. Karena kalau mereka tetap beroperasi dengan income yang tak mencukupi, maka akan rugi. Ada beberapa hotel di Bali offer beberapa package dengan paket yang sangat murah. Yang canggih mengoperasikan sistem pendinginnya per lantai atau per zona. Tamu bisa dikumpulkan di satu lantai sehingga bisa menekan operasi. Tempat spa, restoran, dan hal-hal lain yang sifatnya pelengkap saran hotel bisa di nonaktifkan dulu," pungkasnya.



Simak Video "Dievakuasi Petugas, Pasien Corona di Mamuju Disemangati Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com