Di Tengah Pandemi, Kredit Rumah Subsidi Masih Tumbuh 10%

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 02 Jun 2020 16:45 WIB
Pembangunan perumahan di sejumlah daerah masih terus berjalan terlihat seorang pekerja sedang memantau proyek rumah di Palembang, beberapa pekan lalu.  PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk terus memberikan komitmennya untuk mendukung pembiayaan pembangunan perumahan yang dibangun dalam rangka program sejuta rumah tahun 2019. Sampai dengan Agustus 2019 tercatat telah disalurkan kredit konstruksi pembangunan perumahan sekitar Rp26,046 Triliun atau naik sekitar 11,64% dari posisi 2018 sebesar Rp25,422 Triliun.
Ilustrasi/Foto: dok. BTN
Jakarta -

Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Pahala Nugraha Mansury membeberkan kondisi kredit properti di tengah pandemi virus Corona (COVID-19). Pahala mengatakan, di periode Maret-April 2020, pertumbuhan kredit perumahan bersubsidi masih tembus 10%.

Namun, kondisi itu berbeda jauh dengan pertumbuhan kredit perumahan non-subsidi. Di tengah pandemi ini, BTN harus menelan kenyataan pahit akan pertumbuhan perumahan non-subsidi yang turun signifikan.

"KPR bersubsidi di bulan Maret-April pertumbuhannya masih ada sampai dengan 10%. Tapi yang non subsidi, realisasi kita secara year on year (yoy) saja mungkin turun 40%. Artinya kredit baru yang kita salurkan di situ 40% turun jika melihat year to date di tahun 2019 dibandingkan dengan year to date di tahun 2020," ungkap Pahala dalam diskusi virtual Mark Plus Industry Roundtable, Selasa (2/6/2020).

Menurut Pahala, kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) di tengah pandemi ini menyadarkan para nasabahnya terutama kam millennials betapa pentingnya memiliki rumah. Hal ini pun jadi peluang bagi BTN untuk menggaet nasabah lebih banyak.

"Mungkin banyak yang muda mikirnya sudah kita sewa saja, atau kos-kosan saja. Tapi di kondisi ini di mana orang bekerja di rumah itu mengingatkan punya rumah menjadi penting," paparnya.

Kondisi ini, menurut Pahala berbanding terbalik ketika sebelum adanya Corona.

"Sebelum terjadi pandemi COVID-19, orang kan lebih mendahulukan sharing ekonomi, nggak perlu punya rumah lagi mungkin. Mobil nggak perlu. Sekarang kebalik. Jadi di satu sisi ini ada pengaruh behaviour kepada para millenials yang sebelumnya mereka merasa punya aset itu nggak perlu," tandas dia.



Simak Video "Detik-detik Pesta Sabu di Pinrang Digerebek Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)