Pemetaan Aset Negara di Jakarta dan Ibu Kota Baru Terganjal Corona

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 12 Jun 2020 19:47 WIB
Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada kuartal-I 2018 tumbuh 5,2%. Pertumbuhan itu didukung dengan capaian penerimaan pajak maupun nonpajak.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy

Meski begitu, penundaan penilaian aset di IKN baru pun tidak menjadi masalah. Sebab, fokus pemerintah saat ini adalah menanggulangi sektor kesehatan dan ekonomi yang terdampak Corona beberapa bulan belakangan.

"Memang secara umum konsentrasi kita tidak sedang ke menyiapkan ibu kota negara baru secara masif. Kita sekarang menangani COVID, baik masalah kesehatan, dampaknya ke sosial ekonomi di masyarakat kita dan masalah kelangsungan usaha," ungkap dia.

Sebelumnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyebut proyek pembangunan ibu kota negara (IKN) baru di Kalimantan Timur dan kereta cepat Jakarta-Bandung yang diteruskan sampai ke Surabaya akan tetap dikerjakan pemerintah.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menilai proyek tersebut menjadi salah satu strategi pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) setelah dihantam virus Corona alias COVID-19.

"Selain PSN, kereta api Jakarta-Bandung, Surabaya-Jakarta yang super cepat bisa dicapai 5 jam, itu akan tetap kita lakukan," kata Suharso dalam video conference, Jakarta, Selasa (9/6/2020).

"Karena bagaimanapun dari sisi perputaran modal, orang ingin di daerah mana tingkat produktivitas dari modal itu diterima, nah Indonesia menurut saya siap dan menjadi opportunity," tambahnya.

Halaman

(hek/ara)