Bagaimana Bisnis Properti Hadapi New Normal?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Minggu, 28 Jun 2020 17:15 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi
Jakarta -

Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) telah mengubah berbagai pola bisnis hingga lifestyle khususnya untuk memutus penularan wabah ini.

Beberapa hal yang telah sering dikampanyekan yaitu menjaga jarak (physical distancing), selalu menggunakan masker, menerapkan pola hidup bersih dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun & air mengalir serta menghindari berkumpul di keramaian mulai diterapkan di seluruh lokasi seperti di pusat perbelanjaan, coffee shop, perkantoran, mall, apartemendan lain lain.

Tatanan hidup baru atau New Normal ini menjadi Standard Operating Procedure (SOP) baru yang wajib disiapkan saat kita hidup berdampingan dengan COVID-19.

Menurut Managing Partner Property Management Coldwell Banker Indonesia (CBI), Abdul Rahman Elly, saat ini semua pihak harus bisa membaca tren dan adaptif terkait perubahan-perubahan akibat dampak wabah ini dengan selalu menerapkan pola hidup bersih dalam segala aktifitas.

"Sektor bisnis sendiri khususnya properti itu akan terus berkembang dalam situasi apapun. Kalau kita melihat tren perubahan secara global, situasi ini menuntut berbagai pihak untuk adjustment dan adaptif. Properti harus bisa menyediakan produk yang memiliki uniqueness dan adaptif dengan situasi saat ini," jelasnya.

Lebih lanjut menurut Elly, bisnis properti untuk kurun waktu beberapa dekade terakhir telah mengalami pasang surut saat booming maupun lesu. Setiap masa dengan berbagai kendalanya selalu akan menciptakan flowing dan sektor properti akan selalu bisa bertahan karena sektor ini teramat penting dan mempunyai kebutuhan yang sangat besar.

"Pengembang harus bisa menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) baru dengan konsep Healthy and Hygiene pada saat bangunan itu sudah beroperasi. Hal tersebut dapat dipersiapkan saat ini dengan membuat gambar dan video edukasi mengenai penerapan protokol kesehatan pada area bangunan seperti ruang publik, lobby, koridor, toilet dan lain lain," kata dia.


"Pada masa pandemi ini kita harus meyakinkan kepada konsumen bahwa kondisi Marketing Gallery sudah menerapkan protokol kesehatan, sehingga calon konsumen merasa nyaman saat melakukan site visit untuk meninjau lokasi serta dalam proses pemasaran kita harus memperkuat tools digital marketing untuk melakukan penjualan dan branding terkait keunggulan produk," bebernya.

Selanjutnya
Halaman
1 2