Meneropong Nasib Bisnis Hotel di Tengah Pandemi

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 08 Jul 2020 16:13 WIB
ilustrasi hotel
Ilustrasi/Foto: Thinkstock
Jakarta -

Pemerintah telah melonggarkan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Hal ini jadi kabar baik bagi berbagai lini bisnis yang terpuruk gegara COVID-19, tak terkecuali perhotelan.

Meski menunjukkan tren peningkatan hunian dibanding masa PSBB, akan tetapi sektor ini belum bisa dikatakan membaik apalagi pulih dalam waktu dekat.

"Okupansi (tingkat hunian) dari bulan April ke Mei itu memang naik, orang kan langsung, asosiasi bilang ini pertanda bagus, padahal belum, padahal sebetulnya belum. Kenapa? Karena memang belum mencapai tingkat idealnya," ujar Senior Associate Director Colliers International Indonesia Ferry Salanto, Rabu (8/7/2020).

Berdasarkan laporan Colliers International Indonesia sepanjang kuartal II-2020 ini, tingkat hunian atau okupansi hotel di Jakarta, Surabaya hingga Bali mengalami penurunan drastis. Okupansi hotel di Jakarta sepanjang April 2020 turun hingga menjadi sekitar 18%, Bali lebih parah lagi, tak sampai 5% dan Surabaya turun menjadi sekitar 10-15%.

Begitu memasuki bulan Mei 2020, okupansi hotel mengalami sedikit kenaikan okupansi. Jakarta naik menjadi 20%, Bali menjadi 5% dan Surabaya menjadi 16-17%.

"Memang ada peningkatan dibanding sebelumnya, tapi saya pikir itu peningkatan sesaat tapi belum menunjukkan sektor ini benar-benar pulih," sambungnya.

Menurut Ferry, angka peningkatan okupansi pada Mei 2020 itu akan stagnan sampai paling tidak vaksin ditemukan. Hal ini kemudian berpengaruh terhadap rata-rata harga sewa hotel per malamnya.

Harga sewa hotel di Jakarta, Surabaya dan Bali saat ini terus mengalami penurunan. Data terakhir, harga sewa Mei 2020 mengalami sedikit penurunan dibanding April 2020. Rata-rata harga sewa hotel saat itu hanya mencapai US$ 50 setara Rp 700.000/malam (kurs Rp 14.000/US$) dari rata-rata April US$ 60 atau Rp 840.000/malam.

Demikian juga dengan Bali, dari rata-rata April US$ 50 menjadi US$ 48/malam. Sedangkan Surabaya, masih sama dengan rata-rata April 2020 yakni senilai US$ 25/malam. Penurunan harga sewa hotel sudah mulai terjadi sejak Februari 2020 lalu, yang mana belum ada laporan kasus Corona di Indonesia saat itu.

"Harga sewa hotel diperkirakan belum akan ada kenaikan yang signifikan, terlebih apabila vaksin masih belum ditemukan. Orang akan berpikir ulang sebelum memutuskan untuk bepergian dan menginap di hotel," ungkapnya.



Simak Video "Usai Tutup 3 Bulan, Hotel di Parepare Mulai Beroperasi Kembali "
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)