Terbesar! Aset Negara yang Dikelola Prabowo Capai Rp 1.645 T

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 11 Jul 2020 06:30 WIB
Kementerian Pertahanan melakukan serah-terima jabatan (sertijab) Menteri Pertahanan dari Ryamizard Ryacudu ke Prabowo Subianto.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan merilis 10 kementerian/lembaga (K/L) di Indonesia yang mengelola aset negara atau barang milik negara (BMN) dengan nilai paling jumbo.

Dari 10 daftar yang dirilis, Kementerian Pertahanan yang dipimpin Prabowo Subianto menempati posisi pertama dan ditempel ketat oleh Kementerian PUPR yang dipimpin Basuki Hadimuljono.

Direktur BMN DJKN Kementerian Keuangan Encep Sudarwan mengatakan, nilai aset institusi yang dipimpin oleh Prabowo Subianto itu berhasil menyalip Kementerian PUPR yang semula berada di urutan nomor satu.

"Kita juga punya daftar 10 K/L terbesar ada, yang paling kaya adalah Kemenhan," kata Direktur Barang Milik Negara (BMN) Kementerian Keuangan Encep Sudarwan saat media briefing secara virtual, Jumat (10/7/2020).

Encep mengungkapkan salah satu faktor nilai aset aset negara yang dikelola Kemenhan bisa berada di nomor satu. Salah satunya lantaran peningkatan nilai aset.

"Dulu Kementerian PUPR sekarang kesalip karena sekarang aset-aset Kementerian Pertahanan yang dulu di pinggir kota, sekarang di tengah kota, makanya meningkat," jelasnya.

Berdasarkan data DJKN, sebanyak 10 K/L dengan nilai aset tertinggi saat ini, Kemenhan berada di urutan nomor satu dengan nilai Rp 1.645,56 triliun, Kementerian PUPR sebesar Rp 1.564,61 triliun, Kementerian Sekretariat Negara Rp 575,41 triliun, Kementerian Perhubungan Rp 493,90 triliun, Kementerian Ristek dan Dikti sebesar Rp 399,97 triliun.

Selanjutnya Kepolisian Republik Indonesia sebesar Rp 295,66 triliun, Kementerian Keuangan Rp 114,50 triliun, Kementerian Agama Rp 94,19 triliun, dan Kementerian Pertanian sebesar Rp 84,09 triliun.

"Data mengenai aset di KL, 10 KL ini menguasai 90% BMN," ungkapnya.

Mengenai aset yang paling tinggi nilainya, DJKN mencatat komplek Gelora Bung Karno (GBK) paling tinggi alias mahal usai direvaluasi dan lolos audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Nilai aset komplek GBK yang paling anyar sebesar Rp 347 triliun dari total aset negara senilai Rp 10.467,53 triliun.



Simak Video "Prabowo Mau Beli Jet Tempur Bekas Austria, ICW: Pemborosan!"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)