Duh, 32% Warga AS Nunggak Bayar Sewa Rumah

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 07 Agu 2020 10:35 WIB
Monumen paling ikonik di Washington, DC, menjadi tempat warga AS untuk sekedar menghabiskan waktu di akhir pekan.
Ilustrasi/Foto: REUTERS/Aaron P. Bernstein.
Jakarta -

Hampir sepertiga atau 32% warga Amerika Serikat (AS) dilaporkan kesulitan membayar uang sewa atau hipotek selama berbulan-bulan lamanya akibat pandemi COVID-19. Demikian menurut hasil survei Apartment List, yang merupakan platform persewaan daring di AS.

Keuangan mayoritas warga AS memburuk selama beberapa bulan terakhir karena tersendatnya pembukaan kembali beberapa negara bagian AS dan tingginya tingkat pengangguran di sana. Akibatnya, jutaan orang AS menunggak berbagai macam tagihan bulanan mereka, termasuk tagihan sewa perumahan, yang merupakan pengeluaran bulanan terbesar bagi warga AS.

Dari total 32% rumah tangga yang menunggak bayar sewa rumah, 20% di antaranya berutang setidaknya US$ 1.000 atau setara Rp 14,5 juta (kurs Rp 14.500).

Statistik itu akan menjadi lebih parah lagi jika Kongres AS tidak segera mengesahkan RUU stimulus lain. Menurut Morning Consult, diperkirakan bakal ada tambahan 5,4 juta orang lainnya yang tidak bisa membayar tagihan bulanan mereka pada akhir Agustus ini tanpa pekerjaan baru atau tambahan bantuan tunai sebesar US$ 600/ minggu setara Rp 8,7 juta dari pemerintah AS.

Bulan Agustus ini menjadi bulan keempat sejak para warga yang menunggak itu tidak membayar tagihan sewa rumah mereka. Pada minggu pertama Agustus ini, 11% responden sudah melakukan pembayaran sebagian, sedangkan 22% lainnya belum melakukan pembayaran sama sekali.

Masalahnya, saat ini Pengadilan Penggusuran AS telah dibuka kembali di seluruh negeri. Dikhawatirkan jutaan orang yang kini menunggak bayar sewa rumah, bisa kehilangan tempat tinggal di tengah pandemi ini.

"Hal ini menciptakan rasa tidak aman yang dalam terhadap perumahan bagi mereka yang berjuang untuk mempertahankan keuangan. Dengan berakhirnya sebagian besar perlindungan penggusuran dan penyitaan baru-baru ini dan jeda dalam tunjangan pengangguran yang diperluas, ketidakamanan ini pasti akan semakin dalam selama beberapa minggu mendatang," tulis Apartemen List dikutip dari CNBC, Jumat (7/8/2020).

Apartment List menyarankan pemerintah untuk menambah jumlah bantuan tunai bagi korban PHK AS menjadi US$ 2.000. Tujuannya agar 83% penyewa yang menunggak bayar sewa rumah bisa melunasi tagihannya.

"Meskipun demikian, pembayaran satu kali tidak banyak membantu mengatasi krisis ekonomi yang menyebabkan masalah ini, jadi kemungkinan utang perumahan akan bertambah karena pengangguran yang juga terus bertambah," sambungnya.



Simak Video "Merugi Rp 6,4 Triliun Saat Corona, Zara Akan Tutup 1.200 Tokonya"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)