Walmart Mau Gabung Microsot Buat Beli TikTok

Herdi Alif Alhikam - detikFinance
Jumat, 28 Agu 2020 10:02 WIB
TikTok Bantah Tuduhan Bagikan Data Pengguna India ke Pemerintah Cina
Foto: DW (News)
Jakarta -

Raksasa ritel Amerika Serikat Walmart mengatakan akan bergabung dan bekerja sama dengan Microsoft dalam mengajukan tawaran untuk membeli operasi TikTok.

Dilansir dari BBC, Jumat (28/8/2020), Walmart menilai langkahnya untuk ikut mengambil alih aplikasi dari China ini akan membantu perusahaan untuk memperluas operasinya.

"Kami yakin bahwa kemitraan Walmart dan Microsoft akan memenuhi harapan pengguna TikTok AS sambil memenuhi kekhawatiran regulator pemerintah AS," kata Juru Bicara Walmart.

Microsoft, sendiri sejak awal Agustus sudah mengumumkan bahwa mereka sedang dalam pembicaraan dengan TikTok. Sampai saat ini belum ada info lebih lanjut soal hasil ataupun perkembangan pembicaraan Microsoft dengan TikTok.

Sementara itu, untuk membeli TikTok, Microsoft dan Walmart masih akan bersaing dengan calon penawar lainnya. Salah satunya adalah raksasa teknologi AS Oracle.

TikTok sendiri telah diberi waktu 90 hari untuk menjual sebagian perusahaannya yang beroperasi di Amerika, ke perusahaan nasional AS. Bila tidak mau, mereka akan mendapatkan larangan di negara tersebut.

Syarat ini diberikan ke TikTok usai Presiden Donald Trump menuduh aplikasi dari China ini telah secara sembunyi-sembunyi mengambil data pengguna TikTok di AS.

Sejak peluncuran globalnya pada akhir 2018, Tiktok memang telah menarik perhatian dunia. Penggunanya pun makin banyak, terutama bagi mereka yang berusia di bawah 25 tahun.

Pendiri ByteDance yang merupakan perusahaan pemilik TikTok, Zhang Yiming kini tengah menghadapi kritik besar di negaranya atas keputusan untuk menjual TikTok ke perusahaan AS.

Membela diri, Yiming mengatakan langkah penjualan itu terpaksa diambil sebagai satu-satunya cara untuk mencegah TikTok dilarang di AS.



Simak Video "ByteDance Tegaskan TikTok Tidak Dijual ke Microsoft atau Oracle"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)