Gegara Corona Pindah Ibu Kota Jadi Ditunda

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 09 Sep 2020 06:13 WIB
Foto aerial proyek pembangunan jalan Tol Balikpapan-Samarinda yang melintasi wilayah Samboja di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Gerbang tol di Samboja akan menjadi salah satu akses masuk ibu kota negara baru dari arah Samarinda dan Balikpapan. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/wsj.
Foto: Antara Foto

Penundaan pembangunan ibu kota negara baru ini juga dinilai cukup bijak oleh Pakar kebijakan publik UGM, Prof. Erwan Agus Purwanto.

"Saya kira alasannya jelas karena pandemi, yang pada saat merancang rencana pemindahan ibukota itu kan kita semua tidak menduga akan terjadi pandemi seperti ini, dan sampai saat ini belum bisa diperkirakan kapan berakhir," katanya saat dihubungi detikcom.

"Sehingga saya kira pemerintah cukup bijak ya untuk menunda pelaksanaan atau eksekusi pemindahan ibukota itu," imbuh Erwan.

Menurut Dekan Fakultas Fisipol UGM ini, saat ini pemerintah harus fokus dalam penanganan COVID-19 dari pada memindahkan ibu kota. Mengingat hingga saat ini grafik kasus COVID-19 masih terus meningkat.

"Karena hari ini yang sangat dibutuhkan bagaimana segera bisa menangani pandemi ini, apalagi selama 6 bulan ini tampaknya grafiknya belum menunjukkan tanda-tanda akan menurunkan, saya kira fokus energinya akan diarahkan ke sana (penanganan COVID-19)," ujarnya.

Terlebih, Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan agar mengutamakan masalah kesehatan ketimbang ekonomi.

Halaman


Simak Video "Gubernur Kaltim: Jokowi Pasti Masuk Surga Jika Ibu Kota Jadi Pindah"
[Gambas:Video 20detik]

(hek/zlf)