3 Tahun Anies DKI-1: Catatan Merah Rumah DP Rp 0

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 16 Okt 2020 16:20 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan pembangunan rumah susun sederhana milik (rusunami) DP Rp 0 pertama di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Kamis (18/1/2018).
Foto: Agung Pambudhy

Dari catatan detikcom sendiri realisasi proyek rumah DP Rp 0 saat ini masih jauh dari target yang dijanjikan. Saat ini tercatat sudah terbangun 780 unit rumah skema DP Rp 0 berbentuk rumah vertikal 21 lantai di Pondok Kelapa Jakarta Timur.

Paling baru, data yang diterima detikcom tanggal 25 Agustus, PD Sarana Jaya mencatat sudah ada 365 penghuni rumah DP Rp 0 di Pondok Kelapa. Masih dari data PD Sarana Jaya, hingga bulan Juli sudah ada 15.441 pendaftar penerima manfaat rumah DP Rp 0.

Soal targetnya sendiri, awal 2018 silam, Anies pernah mengatakan pihaknya menargetkan penyediaan 300 ribu rumah DP Rp 0 di Jakarta. Targetnya ini direncanakan akan selesai dan terpenuhi selama 5 tahun dirinya menjabat sebagai Gubernur.

"Kita menyasar sejak kampanye 250-300 ribu unit. Itu angka totalnya. Kita targetkan 5 tahun," kata Anies dalam sebuah sesi wawancara khusus bersama detikcom di Balai Kota, Jakarta, Senin (29/1/2018).

Saat itu, dia juga mengatakan pihaknya bukan hanya membangun rumah DP Rp 0 di Pondok Kelapa saja. Beberapa lokasi lainnya juga akan disiapkan.

"Tahun ini (2018), kita sedang me-review banyak tawaran, 8 sampai 10 penawaran tadi sudah ada. Nanti kita lihat, kalau satu wilayah ada 700-an (unit) yang bisa langsung jalan, begitu siap itu bisa sampai 5.000-6000 saat ini juga sambil dorong yang lain lebih besar lagi," kata Anies.

Rumah DP Rp 0 Pondok Kelapa sendiri menawarkan 3 tipe unit. Tipe studio, tipe 1 bed room (1 kamar tidur), dan tipe 2 bed room (2 kamar tidur). Mulai dari ukuran 21 dan 36 meter persegi.

Masing-masing rumah memiliki besaran cicilan yang berbeda. Berikut rinciannya:

1. Tipe 21 studio (21 m2) harga Rp 184.800.000 (160 unit):
10 tahun: Rp 1.916.494/bulan
15 tahun: Rp 1.415.555/bulan
20 tahun: Rp 1.171.531/bulan

2. Tipe 21 studio (22,25 m2) harga Rp 195.800.000 (80 unit):
10 tahun: Rp 2.030.571/bulan
15 tahun: Rp 1.499.814/bulan
20 tahun: Rp 1.241.265/bulan

3. Tipe 21 satu kamar (23,95 m2) harga Rp 210.760.000 (160 unit):
10 tahun: Rp 2.185.716/bulan
15 tahun: Rp 1.614.406/bulan
20 tahun: Rp 1.336.103/bulan

4. Tipe 21 satu kamar (24,25 m2) harga Rp 213.400.000 (20 unit):
10 tahun: Rp 2.213.094/bulan
15 tahun: Rp 1.634.629/bulan
20 tahun: Rp 1.352.839/bulan

5. Tipe 36 dua kamar tidur (34,65 m2) harga Rp 341.704.000 (340 unit):
10 tahun: Rp 3.478.437/bulan
15 tahun: Rp 2.569.232/bulan
20 tahun: Rp 2.126.328/bulan

6. Tipe 36 dua kamar tidur (35,30 m2) harga Rp 341.704.000 (20 unit):
10 tahun: Rp 3.543.689/bulan
15 tahun: Rp 2.617.428/bulan
20 tahun: Rp 2.166.216/bulan

Halaman

(eds/eds)