Bagaimana Pariwisata Mempengaruhi Bisnis Properti?

Nadhifa Sarah Amalia - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2020 17:20 WIB
TOD nempel Stasiun LRT Jabodebek
Foto: TOD nempel Stasiun LRT Jabodebek (LRT City)
Jakarta -

Prospek maupun peningkatan sector properti dipengaruhi banyak hal mulai dari perkembangan infrastruktur, aksesibilitas, situasi kawasan, fasilitas maupun sarana komersial, hingga berbagai perkembangan lainnya. Berbagai hal terkait perkembangan suatu kawasan bisa saling terkait antara satu dengan hal yang lainnya dan itu bisa membuat perkembangan sebuah kawasan menjadi sangat potensial dari sisi investasi dan lainnya.

Salah satu kawasan yang memiliki perkembangan sangat baik itu yaitu Sentul di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dengan perkembangan aksesibilitas melalui jalan tol yang membuat kawasan ini bias ditempuh dari Jakarta hanya sekitar 30 menit, proyek transportasi masal kereta ringan Lintas Raya Terpadu (LRT), dan lainnya membuat Sentul memiliki potensi properti yang sangat menarik.

Menurut Director Head of Research & Consultancy Savills Indonesia Anton Sitorus, salah satu potensi yang terjadi di wilayah Sentul yaitu perkembangan populasi dari segmen kelas menengah ke atas. Hal ini dibuktikan salah satunya dengan pertumbuhan proyek-proyek residensial di kawasannya.

"Ini tidak terlepas dari kemudahan akses seperti jalan tol dan pengembangan transportasi masal LRT yang membuat kawasan ini memiliki keunggulan bila dibandingkan wilayah pinggiran Jakarta yang lain. Keunggulan lain dari wilayah ini yaitu menawarkan potensi wisata di kawasannnya," ujarnya.

Potensi Wisata

Terkait potensi dari sisi wisata di kawasan Sentul ini diakui oleh Nanang Safrudin Salim, Project Director LRT City-Royal Sentul Park (RSP/14,8 ha). LRT City Sentul merupakan proyek superblock yang dikembangkan oleh PT Adhi Commuter Properti yang merupakan anak usaha BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang membangun proyek transportasi masal LRT Jabodetabek.

Menurut Nanang, Sentul dari sisi wilayahnya memiliki kelebihan yang tidak terdapat di wilayah pinggiran Jakarta yang lain yaitu suasana asri, sejuk, dan view menarik Karen alokasinya yang berada di daerah pegunungan. Ini membuat Sentul bukan hanya sebagai hunian tapi juga destinasi wisata untuk keluarga dan memiliki destinasi untuk berbagai kegiatan olah raga yang sedang naik daun seperti trekking, cycling, bahkan hiking.

"Konsep itu kami sediakan di LRT City Sentul dengan menyediakan berbagai sarana untuk wisata dan berbagai aktivitasnya. Di sini selain berhunian, menikmati fasilitas lengkap dan sarana transportasi LRT, tersedia juga wisata untuk tracking, cycling dan hiking dan itu yang membuat potensi lain yang lebih menarik di tempat ini," katanya.

Sentul telah menjadi salah satu wilayah destinasi favorit bagi warga Jakarta maupun Kota Bogor untuk berwisata keluarga. Hal ini bias dilihat dari okupansi hotel di wilayah ini yang selalu ramai dikunjungi wisatawan dan banyak terdapat spot-spot menarik hingga tempat kuliner yang telah menjadi langganan masyarakat sekitarannya.

Sentul juga telah menjadi tujuan wisata akhir pekan dan diperkirakan sekitar 7,8 juta pengunjung dari luar yang dating ke Sentul. Ini masih ditambah dengaan ribuan mahasiswa baru yang akan menetap di wilayah Kota maupun Kabupaten Bogor sehingga ini akan terus meningkatkan traffic ke wilayah Sentul dan menjadi potensi untuk terus meningkatnya okupansi hotel maupun penyewaan unit apartemen. Belum lagi, jalur Puncak 2 yang akan segera dimulai membuat kawasan Sentul semakin ramai oleh pendatang.

Untuk itu Nanan gmengajak untuk melakukan perhitungan terkait potensi investasi bila memiliki unit apartemen di LRT City Sentul khususnya bagi kalangan first time home buyer dari kalangan muda milenial. Potensi properti yang dihasilkan bukan hanya dari peningkatan harga (gain) tapi juga potensi sewa (yield).

"LRT City Sentul juga bekerja sama dengan Virtual Hotel Operator (VHO), sebuah platform online yang bekerja sama dengan penginapan sekaligus menghubungkan properti mereka dengan konsumen. VHO ini bias mengubah sebuah harga hotel yang bagus menjadi lebih terjangkau sehingga bias menyediakan hotel yang ekonomis. Ini juga bias membuat kita mendapatkan penghasilan rutin tiap bulan dari hasil sewa unit sehingga kita mendapatkan double investment," bebernya.

LRT City Sentul juga melengkapi kawasannya dengan kebutuhan wisata sepertiitu. Di dalam kawasan LRT City Sentul menyediakan Butterfly Garden, Glamping Pods, Forest Skywalk, wisata kuliner Food Market, Elarte Sport Cafe Sentul, dan sebagainya. Dikembangkan dengan konsep mixed-use, LRT City Sentul juga menyediakan area komersial berupa ruko, shopping arcade, perkantoran, universitas, family park, dan sebagainya.

Masih ada berbagai kelebihan lain yang ditawarkan dari LRT City Sentul. Secara lokasi 0 km ke stasiun LRT, satu menitan dari exit tol Sentul Sirkuit, dan mendapatkan 360 derajat mountain view yang bisa dinikmati langsung dari unit apartemen. Perkembangan infrastruktur dan berbagai sarana maupun fasilitas lain di kawasan ini akan menjamin potensi investasi proyek ini.

"Di bulan November ini kami juga memberikan berbagai macam promo yang menarik mulai dari bebas bunga satu tahun, bebas biaya KPA, dan ada subsidi uang muka hingga 4,5 persen. Kami juga bekerja sama dengan Bank BTN yang memberikan program special yaitu bebas angsuran selama satu tahun dan suku bunga ringan 6,99 persen untuk tahun pertama. Dengan Bank BNI suku bunga promonya 4,74 persen," beber Nanang.

(dna/dna)