Buka Rakernas REI, Ma'ruf Amin Pesan Ini ke Pengembang

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 03 Des 2020 16:06 WIB
Wakil Presiden Maruf Amin
Foto: Wapres Ma'ruf Amin (dok. Setwapres)
Jakarta -

Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia (RI) Ma'ruf Amin memuji konsistensi Realestat Indonesia (REI) dalam membangun perumahan khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Ma'ruf menyebut hingga kini program sejuta rumah sudah terbagun sebanyak 5,4 juta unit.

Ma'ruf mengapresiasi langkah yang sudah dilakukan oleh para pengembang karena sudah sejalan dengan program pemerintah untuk mengurangi backlog atau kurang pasok perumahan.

"Pada kesempatan ini saya atas nama pemerintah menyampaikan terimakasih dan apresiasi kepada REI dan semua anggota yang terlibat dalam upaya mengurangi angka backlog perumahan. REI secara konsisten telah membuktikan diri sebagai asosiasi perumahan dengan capaian pembangunan perumahan terbesar di Indonesia," ungkap wapres, saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) REI tahun 2020 yang untuk pertama kali diselenggarakan secara hybrid, Kamis (3/12/2020).

Ma'ruf mengungkap pembangunan sektor perumahan perlu didukung untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan manfaatnya dapat dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat.

Dia percaya pembangunan itu akan berdampak positif terhadap perekonomian dan akan mengangkat kualitas hidup masyarakat. Sebab sektor perumahan dan properti merupakan klaster industri yang melibatkan lebih dari 150 jenis usaha di sektor riil dan menyerap lapangan kerja.

Ma'ruf mengatakan perhatian pemerintah pada sektor perumahan sudah terealisasikan. Dia menyebut program Presiden Joko Widodo, Program Sejuta Rumah (PSR) yang telah resmi pada 2015 hingga 16 November 2020 sudah terealisasi sebanyak 5,4 juta unit, dan lebih dari 70% di antaranya dinikmati oleh golongan MBR.

Namun, imbas pandemi COVID-19, tahun ini realisasi PSR per 16 November 2020 hanya 667.554 unit rumah, yang terdiri dari 75% rumah MBR, dan 25% rumah non-MBR (komersial). Karena pandemi ini pula, ujar Ma'ruf, rencana capaian REI untuk membangun 239.109 unit rumah MBR mungkin juga belum mencapai target.

Selain itu, pemerintah telah memasukkan sektor perumahan di APBN 2021. Dalam APBN itu telah dialokasikan dana perumahan sebesar Rp 30 triliun antara lain untuk membiayai skema subsidi selisih bunga (SSB), bantuan uang muka, bantuan PSU, pembangunan rumah umum dan rumah susun, peningkatan kualitas perumahan swadaya dan pembiayaan KPR FLPP sebesar Rp 16,6 triliun untuk 157.500 unit rumah.

Pada Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UUCK), properti termasuk salah satu sektor yang mendapat porsi signifikan dalam UUCK. Ma'ruf mengungkap perbaikan regulasi di sektor properti melalui UUCK ini diharapkan membawa dampak signifikan bagi investasi khususnya di sektor perumahan.

"Setidaknya ada 8 aspek di UUCK yang berkaitan dengan industri properti yaitu rusun, bangunan gedung, perumahan dan kawasan permukiman, BP3 , kawasan dan tanah terlantar, bank tanah, penataan ruang dan perpajakan," ujar Ma'ruf.

Berkaitan dengan penyusunan peraturan pelaksana UUCK, saat ini pemerintah sedang melakukan serap aspirasi untuk menampung masukan dari masyarakat, termasuk pelaku usaha. Wapres mendorong REI agar aktif memberikan aspirasi, masukan dan tanggapan dalam penyusunan rancangan peraturan pelaksana UUCK.

"Saya mengajak REI untuk terus berkontribusi dan berlomba-lomba dalam kebaikan untuk menjadikan Indonesia menjadi lebih baik. Saya berharap REI ke depan tetap menjadi asosiasi yang solid dan terdepan dalam pengembangan industri properti nasional," harap wapres.

Kegiatan Rakernas REI tahun ini digelar secara hybrid, yakni kombinasi antara perhelatan virtual atau dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Ketua Panitia Penyelenggara Rakernas REI 2020, Ikang Fawzi menyebutkan kendati dihelat tanpa dihadiri audiens dalam jumlah besar, namun penyelenggaraan kegiatan rutin tahunan organisasi perusahaan properti tertua dan terbesar ini tetap disiapkan dan berjalan secara optimal.

"Yang hadir sangat dibatasi yakni hanya unsur panitia penyelenggara, pengurus DPP REI, serta para Ketua DPD REI se-Indonesia. Sedangkan untuk yang tidak hadir di lokasi acara dapat mengakses dan mengikuti kegiatan secara live via Zoom serta live streaming di kanal YouTube," jelas Ikang.

Diungkapkan, pelaksanaan rakernas untuk pertama kali secara hybrid ini juga menjadi pengalaman yang berkesan bagi pengurus DPP REI sebagai bagian dari adaptasi baru khususnya di bidang teknologi pertemuan tanpa mengurangi tujuan yang ingin dicapai melalui rakernas.

Selain seremoni pembukaan oleh Wapres KH. Ma'ruf Amin, Rakernas REI 2020 juga diisi beragam kegiatan antara lain penganugerahan penghargaan kepada Tim UUCK DPP REI, webinar "Sosialisasi UUCK", webinar "Kebijakan dan Target Realisasi Pembangunan Rumah Subsidi Tahun 2021" serta paparan
"Outlook Properti dan Survei Pengembang 2021".

(zlf/zlf)